
STEAM sebagai startegi sekaligus pemantik karya yang membawa dampak nyata bagi tumbuhnya kreativitas siswa.
Bondowoso, Jumat, 6 November 2026 — Riuh percakapan, kesibukan siswa menata produk, aroma aneka olahan pangan, dan lalu-lalang pengunjung menghidupkan suasana Aula serta sepanjang koridor SMK Negeri 2 Bondowoso, Jumat (6/11). Di setiap sudut, kelompok-kelompok siswa tampak sibuk memperkenalkan hasil karya mereka. Ada yang menawarkan produk olahan, menjelaskan resep temuannya, mempresentasikan desain, hingga memutar video promosi yang telah mereka persiapkan.
Hari itu, sekolah menjadi ruang pamer kreativitas sekaligus ruang belajar yang nyata. Melalui kegiatan unjuk karya pembelajaran kokurikuler bertema Ketahanan Pangan dengan menerapkan pembelajaran STEAM, peserta didik menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada diskusi dan penyelesaian tugas di kelas. Gagasan yang sebelumnya dirancang bersama kini hadir dalam bentuk produk, inovasi, desain, dan dokumentasi karya yang dapat dinikmati serta diapresiasi oleh orang lain.
Beragam produk olahan berbahan pangan nonberas menjadi salah satu daya tarik kegiatan. Resep-resep baru diperkenalkan, kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal ditampilkan, sementara desain dan video promosi memperlihatkan bagaimana ide dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Tema ketahanan pangan pun terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa, sekaligus membuka wawasan tentang pentingnya kemandirian pangan dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di masa depan.
Di area bazar, siswa kelas X tampak antusias melayani pengunjung. Transaksi berlangsung, pertanyaan pembeli dijawab, dan setiap kelompok berusaha memperkenalkan keunggulan produknya. Di balik suasana bazar yang ramai, terdapat proses panjang berupa pembagian tugas, pengembangan ide, pengolahan produk, hingga persiapan pemasaran. Di bawah koordinasi Ibu Iin Ernawati, M.Pd., bersama tim pendamping, siswa kelas X memperoleh bimbingan intensif hingga mampu menghadirkan bazar yang menarik minat warga sekolah maupun masyarakat umum.
Sementara itu, siswa kelas XI menghadirkan hasil pembelajaran melalui presentasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan. Setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk menjelaskan gagasan, menunjukkan hasil karya, dan menguraikan proses yang telah mereka lalui. Di bawah koordinasi Ibu Dyah Rembulansari, M.Pd., karya-karya tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk ditampilkan, tetapi juga didokumentasikan sebagai portofolio pembelajaran. Dokumentasi ini diharapkan menjadi bagian dari khazanah literasi baru, baik bagi peserta didik, sekolah, maupun masyarakat yang ingin memperoleh inspirasi dari berbagai inovasi ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui pengalaman langsung. Peserta didik belajar bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, berpikir kreatif, serta berani menampilkan hasil karyanya. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter yang selaras dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan 8 Dimensi Profil Lulusan (8 DPL).
Di tengah kegiatan, Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap karya dan semangat peserta didik. Apresiasi tersebut menjadi penguatan bahwa setiap gagasan yang dikembangkan dengan kesungguhan memiliki arti dalam proses tumbuhnya kompetensi dan karakter siswa. Pelaksanaan kegiatan ini dimotori oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum bersama jajaran wakil kepala sekolah lainnya, serta didukung oleh para guru pendamping dan seluruh warga sekolah.
Dari bazar yang ramai hingga presentasi karya yang penuh gagasan, satu hal terlihat jelas: siswa tidak hanya belajar tentang ketahanan pangan, tetapi juga belajar menjadi bagian dari solusi. Mereka berlatih mengubah pengetahuan menjadi karya, kreativitas menjadi inovasi, dan kerja kelompok menjadi pengalaman nyata.
Sinergi seluruh warga sekolah dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen SMK Negeri 2 Bondowoso untuk terus membangun karakter dan kompetensi peserta didik sesuai visi PASTI MANTAB: Profesional, ber-Akhlaq Mulia, Smart, Terampil, Integritas, Mandiri, Tangguh, dan Berdaya Saing Global.
Sebab, di balik setiap produk yang dipamerkan dan setiap gagasan yang dipresentasikan, ada proses pembelajaran yang sedang membentuk generasi mandiri, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.