Internalisasi Kesaksian Pancasila Sakti

Membimbing Generasi Kritis dan Mawas Diri

Halaman SMK Negeri 2 Bondowoso yang tak terlalu luas menjadi saksi kekhidmatan seluruh civitas dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026. Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung jalannya upacara. Pesan yang disampaikan mengajak generasi “Pasti Mantab” Smakenda untuk tidak sekadar mengikuti upacara sebagai rutinitas, tetapi mulai memaknai kembali sejarah bangsa, termasuk berbagai peristiwa kelam yang pernah dialami Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada kegiatan upacara. MGMP Pendidikan Pancasila dan Sejarah SMK Negeri 2 Bondowoso yang dikoordinatori oleh Dyah Rembulansari menghadirkan kegiatan pembelajaran yang berbeda. Menonton film tentang peristiwa G30S mungkin bukan sesuatu yang baru. Cara siswa mengikuti tayangan kali ini dirancang agar kegiatan menonton tidak berhenti sebagai tontonan.

Siswa diantar, didampingi, dan dibimbing pada setiap sesi penayangan. Setiap segmen film disertai pertanyaan yang mengarahkan perhatian siswa pada informasi, peristiwa, tokoh, maupun konteks sejarah yang ditampilkan. Siswa tidak hanya diminta melihat dan mendengar, tetapi juga menyimak, membaca pertanyaan, menuliskan jawaban, serta mencoba memahami keterkaitan antarkeadaan yang terjadi dalam tayangan.

Pendampingan melibatkan seluruh wali kelas. Setiap kelas mengikuti segmen demi segmen dengan menjawab kuis yang diberikan pada sela-sela penayangan film. Kuis tersebut menjadi bagian dari asesmen literasi yang terintegrasi, mulai dari kemampuan membaca, menyimak, mendengar, hingga menulis. Proses pembelajaran pun tidak berjalan sebagai tanggung jawab guru mata pelajaran semata, tetapi menjadi kerja bersama yang didukung oleh seluruh pihak di sekolah.

Tayangan film menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengevaluasi kondisi sosial pada masa lalu secara lebih bertanggung jawab. Siswa diajak memperhatikan bagaimana ketegangan sosial dapat terbentuk, bagaimana informasi dan situasi politik dapat memengaruhi masyarakat, bagaimana konflik berkembang, serta bagaimana masyarakat dapat menjadi bagian dari sebuah peristiwa, baik secara sadar maupun karena keterbatasan informasi dan kemampuan membaca keadaan.

Evaluasi sejarah tidak berhenti pada pencarian siapa yang benar dan siapa yang salah. Siswa perlu melihat sebuah peristiwa melalui konteks zamannya, memahami rangkaian sebab dan akibat, serta mengenali berbagai kondisi sosial yang memungkinkan sebuah peristiwa berkembang. Cara pandang tersebut membantu siswa memahami bahwa sebuah peristiwa besar tidak lahir secara tiba-tiba. Berbagai kondisi sosial, informasi, kepentingan, respons masyarakat, dan keputusan individu dapat saling berkelindan membentuk sebuah keadaan.

Pemahaman semacam itu membawa pembelajaran sejarah pada kesadaran yang lebih jauh. Masa lalu dapat menjadi bahan evaluasi untuk membaca kemungkinan persoalan sosial pada masa kini dan masa mendatang. Generasi muda perlu memiliki kemampuan mengenali perubahan sosial, membaca situasi secara kritis, memeriksa informasi, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengambil sikap.

Mitigasi sosial menjadi bagian penting dari pembelajaran tersebut. Siswa dibekali kemampuan mengenali potensi provokasi, tidak mudah menerima informasi tanpa pemeriksaan, tidak mudah terseret tekanan kelompok, serta mampu mempertimbangkan konsekuensi sosial dari setiap tindakan. Sikap kritis bukan diarahkan untuk menumbuhkan kecurigaan terhadap setiap perubahan, melainkan membangun kewaspadaan agar siswa mampu menghadapi perubahan dengan nalar yang sehat.

Generasi muda membutuhkan bekal untuk menghadapi bentuk-bentuk persoalan sosial yang mungkin hadir dengan wajah berbeda. Informasi yang bergerak cepat, pengaruh kelompok, konflik kepentingan, serta berbagai bentuk provokasi dapat muncul dalam ruang sosial yang semakin terbuka. Kemampuan membaca situasi menjadi salah satu bentuk ketahanan sosial yang perlu dibangun sejak sekolah.

Pendidikan Pancasila memiliki ruang penting untuk menumbuhkan kemampuan tersebut. Nilai Pancasila tidak cukup berhenti sebagai hafalan atau simbol dalam upacara. Nilai tersebut perlu hadir sebagai dasar bagi siswa ketika membaca persoalan, mempertimbangkan perbedaan, menyikapi informasi, mengambil keputusan, dan menentukan tindakan yang tidak merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila di SMK Negeri 2 Bondowoso pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Upacara menjadi ruang refleksi, film menjadi sumber belajar, kuis menjadi asesmen, pendampingan menjadi penguatan proses belajar, dan keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran.

Sejarah akhirnya tidak berhenti pada pertanyaan tentang apa yang pernah terjadi. Siswa diajak bergerak menuju pertanyaan yang lebih penting, apa yang dapat dipelajari dari kondisi tersebut, apa yang perlu diwaspadai ketika situasi serupa muncul dalam bentuk yang berbeda, dan apa yang dapat dilakukan generasi hari ini agar masyarakat tidak kembali menjadi korban dari kesalahan yang sama.

Pemaknaan sejarah menjadi bekal untuk membangun kewaspadaan sosial. Evaluasi masa lalu menjadi pijakan untuk membaca masa kini. Kemampuan membaca perubahan menjadi bekal menghadapi masa depan. Generasi “Pasti Mantab” diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai siswa yang mengetahui sejarah bangsanya, tetapi sebagai warga negara muda yang mampu berpikir kritis, menjaga diri dari provokasi, tidak mudah menjadi korban keadaan, serta mengambil bagian dalam menjaga kehidupan sosial yang damai dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pesan Menyentuh Kepala SMKN 2 Bondowoso di Hari Kesaktian Pancasila: “Pancasila Bukan Sekadar Semboyan”

BONDOWOSO – Keluarga besar SMKN 2 Bondowoso menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, kependidikan, serta para siswa-siswi mulai dari kelas 10 hingga kelas 12.

Upacara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan penuh khidmat, tertib, dan lancar. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanat penting terkait makna sejarah serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di era modern.

Dalam amanatnya, Sofyan Sauri mengingatkan seluruh peserta upacara mengenai peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S/PKI) tahun 1965. Peristiwa tersebut menjadi pengingat sejarah akan pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen penting untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur mempertahankan Pancasila, sekaligus memperkuat komitmen kita untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sofyan di hadapan ratusan peserta upacara.

Beliau menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar semboyan atau teks akademis, melainkan identitas serta landasan kuat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat. Di tengah pesatnya era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan berupa perbedaan pandangan dan pengaruh budaya luar makin nyata. Oleh karena itu, Pancasila harus tetap menjadi panduan utama dalam bersikap.

“Sebagai generasi penerus, kita punya tanggung jawab besar untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Mari kita wujudkan melalui hal-hal kecil di lingkungan sekolah, seperti saling menghormati antar sesama teman, membantu yang membutuhkan, dan menjaga kerukunan,” tambahnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk memperkuat rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan, serta mendoakan kejayaan bangsa Indonesia agar makin maju, adil, dan sejahtera di masa depan.

Penerimaan Tamu Ambalan SMK Negeri 2 Bondowoso Tahun 2026 Berlangsung Khidmat

Bondowoso, 6 Agustus 2026 – SMK Negeri 2 Bondowoso menggelar kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan yang berlangsung dengan penuh khidmat di lingkungan sekolah pada Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan kepramukaan sekaligus sebagai bentuk penyambutan peserta didik baru untuk bergabung dalam Ambalan Pramuka SMK Negeri 2 Bondowoso.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai wadah untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta mempererat rasa persaudaraan. Dalam sambutannya, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dyah Rembulansari, S.Pd., bersama jajaran pembina dan panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan baik. Berkat kerja sama yang solid, kegiatan berlangsung tertib, lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tinjau Pelaksanaan MPLS Ramah di SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 14 Juli 2026 – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke SMKN 2 Bondowoso pada Selasa (14/7/2026) dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS di SMKN 2 Bondowoso berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, dengan mengedepankan prinsip ramah, aman, inklusif, edukatif, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd. meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan MPLS, mulai dari penyambutan peserta didik baru, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, hingga interaksi antara guru, panitia, dan peserta didik. Beliau juga berdialog dengan jajaran manajemen sekolah untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program MPLS Ramah di SMKN 2 Bondowoso.

Beliau mengapresiasi komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting untuk membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta memperkenalkan budaya sekolah yang positif sejak hari pertama.

“Kegiatan MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Sekolah perlu menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik,” ungkap Drs. Slamet Riyadi, M.Pd.

Sementara itu, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 2 Bondowoso menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, sekolah berkomitmen membangun budaya sekolah yang berkarakter, disiplin, berintegritas, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan humanis.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan SMKN 2 Bondowoso dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta memberikan pengalaman belajar terbaik bagi seluruh peserta didik. (HumasSMAKENDA)

SMKN 2 Bondowoso Resmi Buka MPLS RAMAH 2026, Diikuti 243 Murid Baru

Bondowoso, 13 Juli 2026 – SMKN 2 Bondowoso resmi menggelar kegiatan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) RAMAH (Ramah, Aman, Menyenangkan, Adaptif, Humanis) Tahun 2026 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara SMKN 2 Bondowoso tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga seluruh murid kelas X, XI, dan XII.

Sebanyak 243 murid baru kelas X mengikuti rangkaian MPLS RAMAH Tahun 2026 yang menjadi awal perjalanan mereka dalam mengenal lingkungan belajar di SMKN 2 Bondowoso. Pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat sebagai wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan MPLS RAMAH bukan sekadar agenda penyambutan peserta didik baru, melainkan menjadi sarana untuk membangun karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.

“MPLS RAMAH bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, menumbuhkan karakter positif, membangun semangat belajar, serta mewujudkan sekolah yang ramah, aman, dan inklusif. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias sehingga mampu beradaptasi dan berkembang menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Sofyan Sauri.

Usai pelaksanaan upacara pembukaan di lapangan, seluruh peserta MPLS melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Pembukaan MPLS RAMAH Tahun 2026 secara daring tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan dari Aula SMKN 2 Bondowoso bersama sekolah-sekolah lainnya di Jawa Timur.

Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui pelaksanaan MPLS RAMAH Tahun 2026, SMKN 2 Bondowoso menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, humanis, bebas dari perundungan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sesuai nilai-nilai sekolah yang ramah, aman, dan inklusif.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan pendidikan yang berkualitas, SMKN 2 Bondowoso optimistis para murid baru dapat beradaptasi dengan baik dan siap menempuh proses pembelajaran untuk meraih prestasi serta mengembangkan potensi terbaik mereka.

Inspiratif! Pesan Mendalam Kacabdin Wilayah Bondowoso di IHT Upgrading Kompetensi GTK SMKN 2 Bondowoso

SMKN 2 Bondowoso menggelar In House Training (IHT) bertajuk Upgrading guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk untuk meningkatkan kompetensi profesional dan penyusunan KSP Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama 4 hari, 6-9 Juli 2026 di Meeting Room edotel Cipta Widaya SMKN 2 Bondowoso.

Acara di awali dengan sambutan kepala sekolah, Sofyan Sauri, S.Pd, M.Pd. Ungkapan terimakasih disampaikan kepada seluruh GTK atas semangatnya, “Terus tingkatkan kompetensi baik di dalam komunitas sekolah, luar sekolah dan ruang GTK”, ujarnya.

Kegiatan begitu menambah motivasi dan inspirasi seluruh GTK dengan kehadiran
Kepala cabang dinas pendidikan wilayah bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd.

Kacabdin Wilayah Bondowoso dengan penuh wibawa memberikan apresiasi kepada seluruh GTK SMKN 2 Bondowoso atas semangat yang luar biasa.
“Hari libur yang umumnya buat healing tapi GTK SMKN 2 Bondowoso memanfaatkan untuk upgrade kompetensi. Ini adalah wujud dedikasi sebagai pendidik dan tenaga kependidikan”, tegasnya.

Beliau juga memberikan pesan bahwa tugas guru SMK adalah menghantarkan siswa menuju BMW (Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha).
“Berikan murid motivasi untuk melanjutkan agar lulusan mampu bekerja dengan mengandalkan ilmu, bukan otot saja. Ilmu untuk kesuksesan jangka panjang, untuk bekal 10 tahun ke depan dan seterusnya. Selain itu dalam berkarier gelar juga diperhitungkan untuk mencapai jenjang jabatan yang lebih tinggi”, pesan pentingnya.

Pesan kedua dari bapak Kacabdin adalah tentang kesiapan guru menyambut tahun pelajaran baru.

“Tahun ajaran baru seluruh guru harus sudah siap, jangan sampai bingung bahan ajar dan materi yang akan disampaikan.
Jadilah guru dengan tujuan mulia mengantarkan anak-anak menjadi yang luar biasa. Jadikan kompetensi siswa hingga ketingkat advance, dan memiliki jiwa pembelajar terus menerus”, pesan inspiratifnya.

Pesan ketiga Kacabdin menyampaikan agar seluruh GTK menciptakan sekolah yang aman dan nyaman jagalah kebersihan, wujudkan sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rapi dan Indah).

Selain tentang kompetensi dan kesiapan pembelajaran kepala cabang dinas juga memberikan arahan tidak kalah penting yaitu akan peningkatan layanan kepada masyarakat, khususnya wali murid.

“Berikanlah layanan yang terbaik kepada wali murid”, ujarnya.

Acara pembukaan di tutup dengan do’a. Kegiatan IHT akan berlanjut selama 3 hari kedepan dengan narasumber Kasi SMK dan Pengawas Sekolah.

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, SMKN 2 Bondowoso Gelar Pengajian dan Muhasabah Bersama

BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi, SMKN 2 Bondowoso menggelar kegiatan pengajian dan refleksi keagamaan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Bondowoso, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta siswa kelas X dan XI SMKN 2 Bondowoso. Suasana berlangsung khidmat namun tetap penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

“Salah satu hikmah penting dari peringatan Tahun Baru Islam adalah meningkatkan solidaritas. Momen ini menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat ukhuwah islamiyah, saling berbagi, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Miftahus Surur, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Menurutnya, terdapat beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari peringatan 1 Muharram, di antaranya melakukan evaluasi diri (muhasabah) terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir, menumbuhkan semangat transformasi ke arah yang lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib hingga selesai. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari sambutan, pembacaan doa, hingga tausiyah keagamaan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Bondowoso berharap dapat menanamkan nilai-nilai spiritual, memperkuat karakter religius peserta didik, serta membangun budaya sekolah yang harmonis, peduli, dan berakhlak mulia.

Ketua DWP SMKN 2 Bondowoso membangkitkan semangat lewat busana batik

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, hari Rabu 20 Mei 2026 bertempat di SMK Negeri Suboh-Situbondo. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso menggelar lomba fashion gaun pesta batik dengan mengusung tema “Pesona Batik Kebangkitan Sang Perempuan Tangguh.” Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebudayaan, diikuti oleh perwakilan DWP dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Bondowoso. Acara ini menjadi ajang apresiasi terhadap keindahan batik sekaligus simbol kebangkitan perempuan Indonesia yang kreatif, mandiri, dan berprestasi.
Dalam perlombaan tersebut, diikuti oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh SMA/SMK Negeri Maupun Swasta di wilayah Bodowoso dan Situbondo. para peserta tampil anggun dan percaya diri dengan balutan gaun pesta berbahan batik nusantara yang dipadukan dengan sentuhan modern. Penampilan masing-masing peserta berhasil memukau dewan juri dan para tamu undangan. Selain menampilkan keindahan busana, lomba ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan pendidikan.
Prestasi membanggakan diraih oleh Ketua DWP SMKN 2 Bondowoso, Ny. Ely Yulianti Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang tersebut. Penampilannya dinilai sangat memukau dengan karakter elegan, percaya diri, serta mampu merepresentasikan tema perempuan tangguh melalui balutan gaun pesta batik yang anggun dan berkelas.

Ny. Ely Yulianti Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., yang berhasil meraih Juara 1


Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 2 Bondowoso. Prestasi yang diraih tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk terus berkarya, melestarikan budaya bangsa, serta berkontribusi positif di lingkungan pendidikan dan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, DWP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional dapat terus tumbuh dalam diri setiap perempuan Indonesia. Dengan menjunjung tinggi budaya batik sebagai identitas bangsa, perempuan diharapkan mampu menjadi sosok yang tangguh, berdaya saing, serta terus berperan aktif dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.

“Edutainment Hardiknas, Cara Seru Rayakan Hari Pendidikan di Smakenda”

Bondowoso, 4 Mei 2026 . Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMK Negeri 2 Bondowoso berlangsung khidmat sekaligus meriah. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan upacara sekolah, diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh rasa hormat dan nasionalisme.

Usai upacara, suasana bergeser menjadi lebih dinamis. Berbagai kegiatan edutainment dipusatkan di aula sekolah, menghadirkan nuansa pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kolaborasi antara OSIS Smakenda dan mahasiswa PLP Unesa menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan rangkaian acara tahun ini.

Di dalam aula, siswa disuguhi beragam kegiatan yang mengasah bakat dan minat. Demonstrasi make up harian hingga make up panggung menarik perhatian, memperlihatkan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. Penampilan seni pencak silat turut menyemarakkan suasana dengan sentuhan budaya yang kental.

Salah satu agenda yang paling diminati adalah lomba menyanyi lagu pop bernuansa nasionalisme. Para peserta tampil percaya diri, menunjukkan kemampuan vokal sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui karya musik yang dekat dengan generasi mereka.

Tak hanya itu, kegiatan literasi juga dikemas secara inovatif melalui game interaktif berbasis digital di aula. Dengan tema pariwisata Indonesia dan tokoh pahlawan nasional, siswa diajak belajar melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter generasi Z. Mahasiswa PLP Unesa pun turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai kreativitas dan keterampilan, memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus berkembang.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak yang telah menghadirkan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang berbeda dan bermakna.

“Pendidikan adalah jalan menuju kebahagiaan. Maka, mari kita mulai dengan bahagia, menjalani dengan bahagia, dan mengakhirinya dengan bahagia,” tuturnya.

Perpaduan antara upacara yang khidmat di lapangan dan kegiatan kreatif di aula menjadi gambaran utuh bagaimana pendidikan dapat menyentuh aspek karakter, keterampilan, dan kebahagiaan belajar. SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan relevan bagi generasi masa kini.

Semangat Kartini Menggema di SMKN 2 Bondowoso, Inspirasi Emansipasi dan Pendidikan untuk Generasi Muda

Bondowoso, 21 April 2026 – Peringatan Hari Kartini di SMKN 2 Bondowoso berlangsung khidmat dan penuh makna pada Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam dunia pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya sebatas perayaan seremonial atau penggunaan pakaian adat, melainkan lebih dalam sebagai simbol emansipasi pemikiran dan keberanian untuk maju.

“Semangat Kartini adalah tentang bagaimana kita berani berpikir maju dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kunci menuju kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan para guru dan siswa.

Beliau juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadikan peringatan ini sebagai refleksi dalam menjalankan peran sebagai pembimbing generasi bangsa. Para guru diharapkan terus menjadi pelita yang menerangi jalan siswa dalam meraih cita-cita, tanpa memandang latar belakang mereka.

Sementara itu, kepada para siswa, disampaikan pesan agar meneladani kegigihan Kartini dalam menuntut ilmu. Semangat pantang menyerah dan tekad kuat diyakini mampu membawa mereka melewati berbagai tantangan menuju masa depan yang lebih cerah.

Pesan inspiratif “Habis Gelap Terbitlah Terang” turut menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan yang dihadapi hari ini merupakan langkah menuju kesuksesan di masa mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini di SMKN 2 Bondowoso berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Semangat juang Kartini diharapkan terus hidup dalam setiap langkah civitas sekolah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.