Perkuat Jaringan, SMKN 2 Bondowoso Jalin Kerja Sama dengan Yello Hotels Jemursari Surabaya

Bondowoso – SMK Negeri 2 Bondowoso (SMKN 2 Bondowoso) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan kompeten di bidangnya. Langkah terbaru diambil dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) bersama Yello Hotels Jemursari Surabaya. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).


Bapak Sofyan Sauri, Kepala SMKN 2 Bondowoso menyatakan bahwa, kerja sama ini merupakan perwujudan dari program Link and Match yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kurikulum yang diajarkan di sekolah dapat selaras dengan kebutuhan nyata di industri perhotelan modern.
“Kami tidak hanya ingin siswa menguasai teori, tetapi juga memiliki mentalitas dan keterampilan teknis yang sesuai dengan standar hotel berbintang seperti Yellow Hotel,” ujar pihak sekolah dalam sambutannya.
Poin-poin utama dalam kesepakatan ini mencakup beberapa aspek strategis bagi siswa dan guru, di antaranya: Praktik Kerja Lapangan (PKL). Siswa SMKN 2 akan mendapatkan prioritas dan akses untuk melaksanakan magang di Yellow Hotel guna merasakan langsung atmosfer kerja profesional. Guru Tamu (Guest Teacher): Praktisi dari Yellow Hotel akan hadir secara berkala ke sekolah untuk memberikan materi mengenai tren terbaru di industri perhotelan, pelayanan pelanggan, hingga manajemen operasional. Penyelarasan Kurikulum: Pihak hotel akan memberikan masukan agar materi pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan standar pelayanan industri terkini. Kunjungan Industri: Siswa dan guru dapat melakukan observasi langsung terhadap fasilitas dan sistem kerja di Yellow Hotel. Rekrutmen Lulusan: Adanya jalur komunikasi khusus bagi lulusan terbaik SMKN 2 untuk berpeluang meniti karier di jaringan hotel tersebut.


Gabriella Putri, Human Resources (HRD) Yello Hotels Jemursari Surabaya menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, industri memiliki tanggung jawab moral untuk membantu mengembangkan bakat-bakat muda di daerah. Dengan adanya MoU ini, hotel mendapatkan akses terhadap calon tenaga kerja yang sudah memiliki dasar kompetensi yang baik, sementara sekolah mendapatkan platform nyata untuk menguji kemampuan siswanya.
Hal tersebut ditandaskan oleh Waka Humasy SMKN 2 Bondowoso Miftahussurur, Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah kejuruan lainnya untuk terus aktif “menjemput bola” dalam membangun jejaring dengan mitra industri, demi menekan angka pengangguran lulusan SMK dan meningkatkan kualitas SDM lokal. Pungkasnya Ketika ditemui di ruang kerja (16/4/2026).

Open House SMKN 2 Bondowoso 2026: Generasi Unggul untuk Industri Kreatif dan Jasa

BONDOWOSO – Di tengah ketatnya persaingan global dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi, SMK Negeri 2 Bondowoso menggelar Open House 2026. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi siswa SMP, MTs Negeri maupun swasta, serta sekolah sederajat di wilayah Bondowoso dan sekitarnya.


Bapak Sofyan Sauri, Kepala SMKN 2 Bondowoso menegaskan bahwa, Open House tahun ini bukan sekadar ajang promosi sekolah, melainkan jembatan untuk menunjukkan bagaimana kurikulum sekolah telah diselaraskan dengan kebutuhan industri modern. Sebagai sekolah Pusat Keunggulan (Center of Excellence), SMKN 2 fokus pada pembentukan karakter profesional dan keterampilan teknis yang mumpuni.


Para peserta Open House diajak untuk melihat langsung fasilitas Teaching Factory (TEFA) dan praktik di empat jurusan unggulan: Perhotelan: Menampilkan simulasi pelayanan tamu standar internasional dan manajemen operasional hotel. Kuliner (Tata Boga): Demonstrasi pengolahan makanan kekinian dan manajemen bisnis kuliner. Kecantikan & Terapi Kulit/Rambut: Menampilkan teknologi kecantikan terbaru dan pembuatan produk kecantikan alami. Busana (Fashion Technology): Pameran karya busana hasil inovasi siswa yang telah diakui di panggung tingkat provinsi. Ujar Ibu Dyah selaku ketua Panitia Open Haouse SMKN 2 Bondowoso 2026.


Selain itu Ibu Henis selaku Ketua LSP-P1 juga menambahkan Keunggulan yang Ditawarkan Sertifikasi LSP-P1: Lulusan dibekali sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Program Entrepreneur: Melatih siswa untuk mandiri melalui penguatan jiwa wirausaha sejak dini. Link and Match Industri: Kerja sama erat dengan berbagai perusahaan besar untuk memastikan keterserapan lulusan di dunia kerja.

SMKN 2 Bondowoso Kirim Wakil Terbaik ke LKS Jatim 2026, Siap Unjuk Kreativitas di Bidang Fashion Technology

Bondowoso, 6 April 2026 – SMKN 2 Bondowoso secara resmi memberangkatkan perwakilannya untuk mengikuti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada bidang Fashion Technology yang diselenggarakan di Surabaya, Senin (06/04/2026).

Sekolah tersebut diwakili oleh Ananda Maulidia Dwi Rahma, siswa kelas XII Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana. Dalam kompetisi bergengsi tingkat provinsi ini, Ananda didampingi oleh pembimbingnya, Ibu Kanti Lestari, S.Pd, yang merupakan guru mata pelajaran produktif di bidang Desain dan Produksi Busana.

Kegiatan pemberangkatan berlangsung dengan penuh semangat dan dukungan dari pihak sekolah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd, yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada peserta.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memotivasi dan menginspirasi seluruh insan pendidikan kejuruan. Selain itu, LKS juga menjadi momentum penting untuk memahami perkembangan kebutuhan kompetensi di era digitalisasi dan otomasi.

“Lulusan sekolah kejuruan harus memiliki kemampuan dasar yang kuat, baik hardskill maupun softskill. Kemampuan tersebut meliputi komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kemampuan bekerja sama secara efektif. Selain itu, juga harus memiliki karakter tangguh, mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha,” ujar beliau.

Pihak sekolah berharap Ananda Maulidia Dwi Rahma dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum SMKN 2 Bondowoso di tingkat provinsi. Dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar sekolah turut mengiringi langkah peserta dalam kompetisi tersebut.

Ajang LKS Provinsi Jawa Timur sendiri merupakan kegiatan tahunan yang mempertemukan siswa-siswi terbaik dari SMK se-Jawa Timur untuk berkompetisi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, diharapkan LKS tahun 2026 ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Penuh Rasa Haru, KS Melepas Rekan-rekan Di halal bihal SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 30 Maret 2026 – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan yang digelar hari ini. Mengambil momentum bulan Syawal, keluarga besar sekolah menggelar acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan seremoni Pisah Kenang bagi rekan sejawat yang memasuki masa purna bakti serta perpindahan tugas.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bondowoso Bapak Sofyan Sauri, S.Pd, M.Pd., dalam sambutannya memberikan pesan mendalam mengenai pengabdian dan silaturahmi. Menjalin Silaturahmi, Memperkuat Integritas.

Suasana berubah menjadi emosional saat memasuki sesi Pisah Kenang. Acara ini didedikasikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Ibu Dra. Sadiani Herawati & Bapak Murtada yang sudah yang purna tugas.

Meskipun terjadi perpisahan secara kedinasan, Bapak Sofyan Sauri menegaskan bahwa ikatan kekeluargaan tidak boleh terputus. Beliau berharap agar nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama masa pengabdian dapat menjadi inspirasi bagi seluruh staf yang masih bertugas.

Sinergi Kebijakan Pemprov Jatim dan Kehangatan Tradisi Pasca Lebaran di SMKN 2 Bondowoso


Bondowoso. Suasana penuh kedisiplinan sekaligus kehangatan menyelimuti lapangan utama SMKN 2 Bondowoso pada hari pertama masuk sekolah pasca libur Hari Raya Idul Fitri. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha, berkumpul dengan antusias untuk apel pagi dan saling bersalaman.

Kegiatan diawali dengan Apel Pagi yang dipimpin langsung oleh Pengawas Sekolah, Ibu Selfiana, S.T., M.Pd., dengan didampingi oleh Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya menyampaikan pesan krusial mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Beliau menekankan pentingnya hemat energi dan kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab dan efektivitas operasional di lingkungan pendidikan. Selain itu, beliau menggarisbawahi komitmen terhadap Pendidikan Berkualitas Jawa Timur, mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi melalui program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan). Guru juga diharapkan meningkatkan kompetensinya sehingga mampu menciptakan pembelajaran di kelas yang kreatif, menyenangkan dan bermakna.
Seluruh siswa juga dihimbau untuk bijak menggunakan HP, belajar lebih tekun dan semangat agar lulusan SMK Negeri 2 Bondowoso mampu menjawab kemajuan zaman sehingga nantinya mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.

SMKN 2 Bondowoso menindaklanjuti kebijakan baik ini dengan melaksanakan SIKAP, pengendalian penggunaan HP. Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri juga menghimbau agar seluruh warga sekolah menerapkan pembiasaan mematikan lampu, kipas angin, AC dan peralatan listrik lainnya jika tidak digunakan serta memanfaatkan cahaya dan udara alami untuk penerangan dan ventilasi.

Apel dan Briefing Pagi Jadi Wadah Koordinasi dan Penguatan Karakter GTK SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 31 Maret 2026 – Kegiatan rutinitas apel dan briefing pagi di SMKN 2 Bondowoso kembali dilaksanakan pada hari Selasa (31/03) pukul 06.45 – 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Selasa hingga Kamis sebagai upaya memperkuat koordinasi serta kedisiplinan warga sekolah.

Apel dan briefing pagi kali ini dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan berbagai informasi terkini terkait pelaksanaan lomba-lomba, kegiatan PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang), serta agenda sekolah lainnya yang sedang dan akan berlangsung.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di lingkungan sekolah. Menurutnya, sikap profesional dan integritas yang tinggi dari para pendidik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dan karakter peserta didik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mismiati, turut menyampaikan beberapa hal penting terkait persiapan PSAJ khususnya bagi siswa kelas XII. Beliau juga mengingatkan tentang pengisian ruang GTK sebagai bagian dari administrasi dan kesiapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan apel dan briefing pagi ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMKN 2 Bondowoso dengan penuh antusias. Diharapkan, rutinitas ini dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja serta kualitas layanan pendidikan di SMKN 2 Bondowoso.

Dengan adanya komunikasi yang terjalin secara rutin melalui apel dan briefing, seluruh warga sekolah diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Tingkatkan Integritas, Pengawas SMK Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Etika Digital

Bondowoso, 30 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat karakter serta profesionalisme tenaga pendidik dan staf kependidikan, Pengawas SMK, Ibu Selfiana, ST., M.Pd., memberikan pengarahan strategis dalam kegiatan pembinaan yang digelar pada Senin pagi di SMKN 2 Bondowoso.

Dalam arahannya, Ibu Selfiana menekankan pentingnya penerapan nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terangkum dalam konsep BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari di lingkungan sekolah.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus digital saat ini. Menurutnya, sikap selektif dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial menjadi bagian penting dari profesionalisme ASN di era modern.

Tidak hanya berfokus pada aspek etika dan kinerja, Ibu Selfiana juga mengajak seluruh tenaga pendidik dan staf untuk membangun budaya peduli lingkungan. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah penerapan perilaku hemat energi, seperti efisiensi penggunaan listrik dan air di lingkungan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para guru dan staf untuk bekerja lebih efektif, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., turut menegaskan pentingnya disiplin dalam bekerja. Ia menyampaikan bahwa pembiasaan kerja yang efektif, efisien, beretika, dan ramah lingkungan akan memberikan dampak positif bagi kemajuan sekolah.

“Perilaku disiplin dalam bekerja sangat perlu diterapkan saat ini. Dengan pembiasaan yang baik, kita berharap dapat menghasilkan perubahan positif di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen sekolah dapat memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas kinerja, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Mandiri Sebelum Lulus! Cara SMK Negeri 2 Bondowoso Cetak Wirausaha Tangguh

BONDOWOSO – SMK Negeri 2 Bondowoso kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi mandiri. Tidak hanya menyiapkan lulusan yang siap kerja, SMK Negeri 2 Bondowoso secara konsisten menanamkan mental pengusaha melalui integrasi kewirausahaan di seluruh lini pendidikan, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.

Puncak dari komitmen tersebut terlihat pada gelaran Bazar Kewirausahaan yang berlangsung meriah pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang dirancang untuk mengasah kemampuan bisnis siswa secara langsung.

Pesta Kreativitas: 64 Stand Produk Inovatif

Halaman sekolah disulap menjadi pasar kreativitas dengan berdirinya 64 stand bazar yang dikelola oleh siswa kelas X dan XI. Setiap stand menyajikan berbagai produk unik dan kreatif yang relevan dengan konsentrasi keahlian masing-masing. Jurusan kuliner menghadirkan produk berbahan lokal seperti prol tape, pisang krispi, bolu mix bayam, wortel dan pisang hingga nasi daun jeruk. Jurusan perhotelan mempresentasikan produk souvenir towel art hingga fabric spray. Jurusan busana mengangkat kreativitas kain perca sebagai tas dan hiasan rambut. Jurusan kecantikan mendisplay kuku-kuku cantik siap pakai hingga jamu kesehatan dan kecantikan siap minum.

Beberapa poin utama dari kegiatan ini meliputi:

  • Relevansi Keahlian: Produk yang dijual bukan sekadar barang umum, melainkan hasil pengembangan dari kompetensi keahlian yang dipelajari di kelas.
  • Partisipasi Massal: Melibatkan puluhan kelas untuk berkompetisi secara sehat dalam menarik minat pembeli.
  • Antusiasme Tinggi: Suasana riuh rendah kegembiraan menyelimuti area bazar, mencerminkan semangat siswa dalam mempraktikkan teori bisnis mereka.

Belajar Bisnis Secara Utuh

Melalui bazar ini, para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif. Mereka tidak hanya berjualan, tetapi menjalani siklus bisnis yang nyata, di antaranya:

  1. Perencanaan: Menyusun konsep produk dan strategi operasional.
  2. Pengelolaan Keuangan: Mengatur modal dan menghitung proyeksi keuntungan.
  3. Promosi & Pemasaran: Memasarkan produk kepada warga sekolah dan tamu undangan.
  4. Penjualan: Melatih kemampuan komunikasi dan pelayanan pelanggan secara langsung.

Keberlanjutan Melalui “Business Day”

Kepuasan siswa tidak berhenti di sini. Sebagai langkah konkret pasca-bazar, SMK Negeri 2 Bondowoso telah menyiapkan program lanjutan bernama “Business Day”. Program ini direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap bulan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso Sofyan Sauri, S.Pd, M.Pd menyatakan “Kami ingin siswa memiliki mentalitas tangguh. Melalui Business Day bulanan, pengalaman berwirausaha mereka akan terus terasah hingga menjadi karakter yang melekat sebelum mereka lulus,” ujarnya.

Dengan langkah konsisten ini, SMK Negeri 2 Bondowoso optimis dapat terus melahirkan wirausaha muda yang siap bersaing dan menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.

6 Karya Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso Tampil di Ajang Shashing & Crowning Jawa Timur 2026

Bondowoso, 22 Februari 2026 – Komitmen terhadap pengembangan talenta muda di bidang fashion kembali ditunjukkan oleh desainer Ronie Parero melalui gelaran Fashion Show Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso yang berlangsung di Lippo Plaza Jember, Sabtu (21/2/2026).

Fashion show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Shashing and Crowning 8th Mister Muslim dan Miss Muslimah Jawa Timur 2026 dan sukses menarik perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan. Sebanyak enam look modest wastra karya siswa PKL yang menjalani praktik kerja lapangan di Ronie Parero ditampilkan di atas panggung profesional.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Ronie Parero Brand. Melalui program pendampingan tersebut, para siswa tidak hanya dibimbing dalam proses desain, tetapi juga difasilitasi hingga tahap produksi dan presentasi karya dalam pagelaran fashion show.

Sebanyak lima desainer dan satu agency turut ambil bagian dalam fashion show ini. Kehadiran mereka semakin memperkuat atmosfer kolaboratif antara pelaku industri dan generasi muda kreatif. Acara ini juga disaksikan langsung oleh seluruh pengunjung Lippo Plaza Jember yang antusias menyaksikan setiap penampilan di atas runway.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Ronie Parero bersama penanggung jawab acara Ibnu Irham Syah menyampaikan bahwa program ini bertujuan mencetak calon desainer muda yang siap bersaing di industri fashion, khususnya di segmen modest fashion yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, siswa SMKN 2 Bondowoso mendapatkan pengalaman berharga tampil di panggung bergengsi tingkat Jawa Timur. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif ini diharapkan mampu melahirkan desainer muda berbakat dengan karya autentik dan berdaya saing.

Partisipasi SMKN 2 Bondowoso dalam Ajang Bergengsi Expo & Expose SMK Hebat Se-Jatim

SMK Negeri 2 Bondowoo turut menjadi peserta Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur. Pameran terbesar SMK di gelar di Grand city Surabaya pada pada Jumat (3/12/2026). Pameran ini menampilkan karya serta inovasi dari 269 SMK negeri dan swasta se-Jatim. Di antara deretan stan yang memikat, SMK Negeri 2 Bondowoso (Smakenda) tampil membawa produk unggulan.  Smakenda membawa misi khusus sebagai SMK Pariwisata yang mampu bersaing di bidang kuliner.

Salah satu daya tarik utama yang menjadi pusat perhatian di stan SMKN 2 Bondowoso adalah kreasi dari Jurusan Kuliner. Tahun ini, sukses mencuri perhatian pengunjung dengan menghadirkan Aneka Cookies Premium. Hermin Sri Handayani yang turut menyiapkan display pameran. Ketua konsentrasi keahlian kuliner ini menyampaikan produk yang di pamerkan akan laris dan diminati pengunjung.

“Produk ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan chookies dengan citarasa legendaris hasil pengembangan produk Teaching Factory (Tefa),” ungkapnya bangga.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri hadir pada acara pembukaan Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026. Sofyan Sauri menyatakan bahwa partisipasi dalam expo ini adalah pembuktian nyata atas SMK Negeri 2 Bondowoso sebagai SMK BLUD yang unggul di Jawa Timur.


“Kehadiran kami di Expo SMK Hebat 2026 adalah momentum emas untuk menunjukkan bahwa  produk Tefa kami di kenal dan di akui di Jatim. Bahkan sudah menjadi bingkisan berbagai kegiatan besar, lingkup SMK di provinsi. Khusus untuk Jurusan Kuliner, cookies yang dipamerkan adalah bukti nyata bahwa kurikulum kami sudah selaras dengan standar industri global. Kami tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tapi juga wirausahawan muda yang berani berinovasi,” tegas kepala sekolah muda ini penuh bangga.

Kehadiran SMKN 2 Bondowoso dalam ekosistem “SMK Hebat” ini menegaskan posisinya sebagai sekolah pencetak SDM unggul. Expo ini menjadi bukti bahwa SMK di Jawa Timur bukan lagi pilihan kedua, melainkan penggerak utama ekonomi kreatif melalui skema Teaching Factory (TEFA) yang berjalan optimal.