Semangat Kartini Menggema di SMKN 2 Bondowoso, Inspirasi Emansipasi dan Pendidikan untuk Generasi Muda

Bondowoso, 21 April 2026 – Peringatan Hari Kartini di SMKN 2 Bondowoso berlangsung khidmat dan penuh makna pada Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam dunia pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya sebatas perayaan seremonial atau penggunaan pakaian adat, melainkan lebih dalam sebagai simbol emansipasi pemikiran dan keberanian untuk maju.

“Semangat Kartini adalah tentang bagaimana kita berani berpikir maju dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kunci menuju kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan para guru dan siswa.

Beliau juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadikan peringatan ini sebagai refleksi dalam menjalankan peran sebagai pembimbing generasi bangsa. Para guru diharapkan terus menjadi pelita yang menerangi jalan siswa dalam meraih cita-cita, tanpa memandang latar belakang mereka.

Sementara itu, kepada para siswa, disampaikan pesan agar meneladani kegigihan Kartini dalam menuntut ilmu. Semangat pantang menyerah dan tekad kuat diyakini mampu membawa mereka melewati berbagai tantangan menuju masa depan yang lebih cerah.

Pesan inspiratif “Habis Gelap Terbitlah Terang” turut menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan yang dihadapi hari ini merupakan langkah menuju kesuksesan di masa mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini di SMKN 2 Bondowoso berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Semangat juang Kartini diharapkan terus hidup dalam setiap langkah civitas sekolah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Open House SMKN 2 Bondowoso 2026: Generasi Unggul untuk Industri Kreatif dan Jasa

BONDOWOSO – Di tengah ketatnya persaingan global dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi, SMK Negeri 2 Bondowoso menggelar Open House 2026. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi siswa SMP, MTs Negeri maupun swasta, serta sekolah sederajat di wilayah Bondowoso dan sekitarnya.


Bapak Sofyan Sauri, Kepala SMKN 2 Bondowoso menegaskan bahwa, Open House tahun ini bukan sekadar ajang promosi sekolah, melainkan jembatan untuk menunjukkan bagaimana kurikulum sekolah telah diselaraskan dengan kebutuhan industri modern. Sebagai sekolah Pusat Keunggulan (Center of Excellence), SMKN 2 fokus pada pembentukan karakter profesional dan keterampilan teknis yang mumpuni.


Para peserta Open House diajak untuk melihat langsung fasilitas Teaching Factory (TEFA) dan praktik di empat jurusan unggulan: Perhotelan: Menampilkan simulasi pelayanan tamu standar internasional dan manajemen operasional hotel. Kuliner (Tata Boga): Demonstrasi pengolahan makanan kekinian dan manajemen bisnis kuliner. Kecantikan & Terapi Kulit/Rambut: Menampilkan teknologi kecantikan terbaru dan pembuatan produk kecantikan alami. Busana (Fashion Technology): Pameran karya busana hasil inovasi siswa yang telah diakui di panggung tingkat provinsi. Ujar Ibu Dyah selaku ketua Panitia Open Haouse SMKN 2 Bondowoso 2026.


Selain itu Ibu Henis selaku Ketua LSP-P1 juga menambahkan Keunggulan yang Ditawarkan Sertifikasi LSP-P1: Lulusan dibekali sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Program Entrepreneur: Melatih siswa untuk mandiri melalui penguatan jiwa wirausaha sejak dini. Link and Match Industri: Kerja sama erat dengan berbagai perusahaan besar untuk memastikan keterserapan lulusan di dunia kerja.

SMKN 2 Bondowoso Kirim Wakil Terbaik ke LKS Jatim 2026, Siap Unjuk Kreativitas di Bidang Fashion Technology

Bondowoso, 6 April 2026 – SMKN 2 Bondowoso secara resmi memberangkatkan perwakilannya untuk mengikuti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada bidang Fashion Technology yang diselenggarakan di Surabaya, Senin (06/04/2026).

Sekolah tersebut diwakili oleh Ananda Maulidia Dwi Rahma, siswa kelas XII Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana. Dalam kompetisi bergengsi tingkat provinsi ini, Ananda didampingi oleh pembimbingnya, Ibu Kanti Lestari, S.Pd, yang merupakan guru mata pelajaran produktif di bidang Desain dan Produksi Busana.

Kegiatan pemberangkatan berlangsung dengan penuh semangat dan dukungan dari pihak sekolah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd, yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada peserta.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memotivasi dan menginspirasi seluruh insan pendidikan kejuruan. Selain itu, LKS juga menjadi momentum penting untuk memahami perkembangan kebutuhan kompetensi di era digitalisasi dan otomasi.

“Lulusan sekolah kejuruan harus memiliki kemampuan dasar yang kuat, baik hardskill maupun softskill. Kemampuan tersebut meliputi komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kemampuan bekerja sama secara efektif. Selain itu, juga harus memiliki karakter tangguh, mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha,” ujar beliau.

Pihak sekolah berharap Ananda Maulidia Dwi Rahma dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum SMKN 2 Bondowoso di tingkat provinsi. Dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar sekolah turut mengiringi langkah peserta dalam kompetisi tersebut.

Ajang LKS Provinsi Jawa Timur sendiri merupakan kegiatan tahunan yang mempertemukan siswa-siswi terbaik dari SMK se-Jawa Timur untuk berkompetisi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, diharapkan LKS tahun 2026 ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Apel dan Briefing Pagi Jadi Wadah Koordinasi dan Penguatan Karakter GTK SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 31 Maret 2026 – Kegiatan rutinitas apel dan briefing pagi di SMKN 2 Bondowoso kembali dilaksanakan pada hari Selasa (31/03) pukul 06.45 – 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Selasa hingga Kamis sebagai upaya memperkuat koordinasi serta kedisiplinan warga sekolah.

Apel dan briefing pagi kali ini dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan berbagai informasi terkini terkait pelaksanaan lomba-lomba, kegiatan PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang), serta agenda sekolah lainnya yang sedang dan akan berlangsung.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di lingkungan sekolah. Menurutnya, sikap profesional dan integritas yang tinggi dari para pendidik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dan karakter peserta didik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mismiati, turut menyampaikan beberapa hal penting terkait persiapan PSAJ khususnya bagi siswa kelas XII. Beliau juga mengingatkan tentang pengisian ruang GTK sebagai bagian dari administrasi dan kesiapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan apel dan briefing pagi ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMKN 2 Bondowoso dengan penuh antusias. Diharapkan, rutinitas ini dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja serta kualitas layanan pendidikan di SMKN 2 Bondowoso.

Dengan adanya komunikasi yang terjalin secara rutin melalui apel dan briefing, seluruh warga sekolah diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Tingkatkan Integritas, Pengawas SMK Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Etika Digital

Bondowoso, 30 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat karakter serta profesionalisme tenaga pendidik dan staf kependidikan, Pengawas SMK, Ibu Selfiana, ST., M.Pd., memberikan pengarahan strategis dalam kegiatan pembinaan yang digelar pada Senin pagi di SMKN 2 Bondowoso.

Dalam arahannya, Ibu Selfiana menekankan pentingnya penerapan nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terangkum dalam konsep BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari di lingkungan sekolah.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus digital saat ini. Menurutnya, sikap selektif dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial menjadi bagian penting dari profesionalisme ASN di era modern.

Tidak hanya berfokus pada aspek etika dan kinerja, Ibu Selfiana juga mengajak seluruh tenaga pendidik dan staf untuk membangun budaya peduli lingkungan. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah penerapan perilaku hemat energi, seperti efisiensi penggunaan listrik dan air di lingkungan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para guru dan staf untuk bekerja lebih efektif, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., turut menegaskan pentingnya disiplin dalam bekerja. Ia menyampaikan bahwa pembiasaan kerja yang efektif, efisien, beretika, dan ramah lingkungan akan memberikan dampak positif bagi kemajuan sekolah.

“Perilaku disiplin dalam bekerja sangat perlu diterapkan saat ini. Dengan pembiasaan yang baik, kita berharap dapat menghasilkan perubahan positif di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen sekolah dapat memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas kinerja, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi.

6 Karya Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso Tampil di Ajang Shashing & Crowning Jawa Timur 2026

Bondowoso, 22 Februari 2026 – Komitmen terhadap pengembangan talenta muda di bidang fashion kembali ditunjukkan oleh desainer Ronie Parero melalui gelaran Fashion Show Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso yang berlangsung di Lippo Plaza Jember, Sabtu (21/2/2026).

Fashion show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Shashing and Crowning 8th Mister Muslim dan Miss Muslimah Jawa Timur 2026 dan sukses menarik perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan. Sebanyak enam look modest wastra karya siswa PKL yang menjalani praktik kerja lapangan di Ronie Parero ditampilkan di atas panggung profesional.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Ronie Parero Brand. Melalui program pendampingan tersebut, para siswa tidak hanya dibimbing dalam proses desain, tetapi juga difasilitasi hingga tahap produksi dan presentasi karya dalam pagelaran fashion show.

Sebanyak lima desainer dan satu agency turut ambil bagian dalam fashion show ini. Kehadiran mereka semakin memperkuat atmosfer kolaboratif antara pelaku industri dan generasi muda kreatif. Acara ini juga disaksikan langsung oleh seluruh pengunjung Lippo Plaza Jember yang antusias menyaksikan setiap penampilan di atas runway.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Ronie Parero bersama penanggung jawab acara Ibnu Irham Syah menyampaikan bahwa program ini bertujuan mencetak calon desainer muda yang siap bersaing di industri fashion, khususnya di segmen modest fashion yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, siswa SMKN 2 Bondowoso mendapatkan pengalaman berharga tampil di panggung bergengsi tingkat Jawa Timur. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif ini diharapkan mampu melahirkan desainer muda berbakat dengan karya autentik dan berdaya saing.

Peduli Bumi Sejak Dini, SAGASUS SMKN 2 Bondowoso Ambil Bagian Tanam 2.000 Pohon

Bondowoso — Kamis, 22 Januari 2026, SAGASUS (Satuan Sangga Khusus) Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso turut ambil bagian dalam Gerakan Penanaman 2.000 Pohon yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, kawasan lereng Gunung Argopuro, ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Dr. Fathur Razi,M.Fil.I. Kegiatan penanaman pohon tersebut mengusung tagline “Mulai Tanam Pohon untuk Investasi Kehidupan”.

Anggota SAGASUS Ambalan Brawijaya mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian, didampingi oleh Kepala Mabigus SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Keikutsertaan ini merupakan bentuk bakti dan karya nyata Pramuka, khususnya Satuan Sangga Khusus, dalam mendukung program lingkungan hidup dan kepedulian terhadap wilayah rawan bencana.

Melalui kegiatan ini, SAGASUS Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan peran aktif Pramuka sebagai generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh, serta siap berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik.

SMKN 2 Bondowoso Gelar Ujian ASAS: Siswa Tata Kecantikan Tampilkan Keanggunan Rias Pengantin Jogja Putri dan Bugis

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menggelar kegiatan Ujian ASAS praktik untuk kelas XI Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, mata pelajaran pilihan Rias Pengantin Nusantara diangkat sebagai fokus ujian, dengan tema rias pengantin Jogja Putri dan Bugis.

Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Tata Kecantikan ini menjadi ajang bagi peserta didik dalam menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengaplikasikan riasan tradisional Indonesia. Dua konsep rias yang dipilih, yaitu Jogja Putri dan Bugis, menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki ciri khas serta makna filosofis tersendiri.

Rias pengantin Jogja Putri merupakan riasan tradisional Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Ciri khas utamanya adalah paes hitam berbentuk daun sirih yang diaplikasikan pada dahi pengantin. Paes ini dipercaya melambangkan kecantikan, kedewasaan, dan kemuliaan seorang wanita Jawa.
Dalam ujian, peserta didik menampilkan riasan bernuansa lembut dan elegan, dipadukan dengan aksen emas dan perak yang menghasilkan tampilan mewah dan penuh keanggunan khas Yogyakarta.

Sementara itu, rias pengantin Bugis tampil dengan karakter yang berbeda namun tidak kalah memukau. Riasan ini dikenal melalui penggunaan dadasa, yaitu hiasan hitam di dahi berbentuk bunga teratai yang melambangkan kesucian dan keberkahan.
Peserta didik mempraktikkan riasan dengan dominasi warna cerah dan berani, ditambah aksen emas dan perak yang memberikan nuansa anggun, tegas, dan elegan khas budaya Bugis.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan ujian berbasis praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan kompetensi nyata serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.
“Melalui praktik rias pengantin Nusantara, siswa tidak hanya belajar teknik merias, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang mereka bawa dalam setiap karya,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri kecantikan. Selain memperkaya keterampilan teknis, ujian ini juga membentuk karakter profesional dan rasa bangga peserta didik terhadap warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ASAS ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka di dunia kecantikan, baik modern maupun tradisional.

Kolaborasi Fashion Stylish, Siswa SMKN 2 Bondowoso Tampilkan Aksi Catwalk Memukau

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali melaksanakan rangkaian Ujian ASAS Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana. Tahun ini, ujian digelar dengan konsep penilaian praktik yang kolaboratif dan kreatif, salah satunya melalui kerja sama antara mata pelajaran Pilihan Peragaan dan Muatan Lokal Fashion Stylish.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah itu melibatkan peserta didik kelas XI B1 dan X B2 dalam praktik catwalk menggunakan busana casual. Para siswa diuji tidak hanya pada aspek penampilan busana, tetapi juga kemampuan mengombinasikan gaya, memahami karakter outfit casual, hingga menampilkan kepercayaan diri saat melenggang di runway.

Guru mata pelajaran Peragaan dan Mulok Fashion Stylish menjelaskan bahwa ujian kolaboratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada peserta didik. “Kami ingin siswa merasakan suasana ujian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan profesionalisme sejak dini,” ujar salah satu guru pembimbing.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas sejak tahap persiapan. Mereka merancang konsep penampilan, memilih outfit, memadukan warna, menentukan aksesori, hingga mempraktikkan teknik berjalan di catwalk. Sorak tepuk tangan dari teman sekelas dan guru membuat suasana aula semakin meriah.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 2 Bondowoso, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan industri busana yang menekankan kreativitas, kerapian tampilan, dan kemampuan komunikasi visual.

Dengan terselenggaranya ujian berbasis praktik tersebut, sekolah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi mereka di dunia fashion. Ujian ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

Sesi Guru Tamu Berkelas Industri: Ronie Parero Suntikkan Kreativitas Baru ke Dunia Fashion Siswa SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 20 November 2025 — SMKN 2 Bondowoso kembali menghadirkan pengalaman belajar inspiratif dengan mendatangkan Ronie Parero, desainer muda lulusan ESMOD Jakarta yang dikenal melalui karya custom-made dan kiprahnya di dunia mode nasional. Pada tahun 2024, Ronie resmi menjadi anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC), organisasi yang menaungi desainer, brand fashion, serta pelaku industri kreatif yang berkomitmen membawa mode Indonesia ke ranah global.

Kehadiran Ronie sebagai guru tamu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Desain dan Produksi Busana. Dalam sesi berbagi, Ronie membuka materi dengan memperkenalkan perjalanan kreatifnya serta filosofi dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa fashion bukan sekadar kemampuan menggambar, melainkan kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan nilai di tengah pesatnya perkembangan industri. Ronie juga menyoroti pentingnya inovasi dalam melestarikan batik, sehingga warisan budaya tersebut tetap relevan dan memiliki daya jual tinggi. Dalam materi inti, Ronie mengajak peserta didik memahami konsep desain vest batik kekinian—salah satu karya khasnya. Vest dipilih karena memiliki bentuk sederhana, fleksibel, hemat bahan, dan dapat dikenakan oleh berbagai kalangan usia. Ia memaparkan prinsip pemilihan batik, mulai dari motif kecil hingga sedang, batasan maksimal tiga warna, perpaduan dengan bahan polos, hingga teknik memperhatikan arah motif agar tampilan lebih modern dan proporsional.

Sesi semakin menarik saat Ronie melakukan demonstrasi pembuatan vest, mulai dari pembuatan pola sederhana, teknik pemotongan hemat bahan, hingga penambahan aksen kecil. Bagian yang paling memikat perhatian peserta didik adalah demonstrasi pembuatan korsase dari limbah kain—sebuah langkah kreatif yang tidak hanya menambah nilai eksklusif pada produk, tetapi juga mengajarkan pentingnya upcycle dalam industri fashion masa depan.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Banyak yang aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Ronie tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk berani mengeksplorasi ide, mengembangkan identitas desain, dan melihat batik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, menghadirkan praktisi industri secara langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Senada dengan itu, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 2 Bondowoso juga memberikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ronie menjadi guru tamu. Ia menilai materi yang dibawakan Ronie sangat relevan dengan kebutuhan industri fashion masa kini, terutama gagasan inovatif dalam memodernisasi batik agar tetap bernilai jual tinggi. Konsep desain vest batik kekinian, teknik pemilihan motif, hingga kreativitas memanfaatkan limbah kain menjadi korsase dianggap sebagai wawasan praktis yang sulit diperoleh hanya melalui teori di kelas. Ketua Jurusan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena terbukti mampu memperkuat kompetensi siswa sekaligus menginspirasi mereka untuk berani berkreasi, membangun karakter desain, dan tetap menjaga budaya lokal melalui inovasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Ronie menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa fashion nasional ke level lebih tinggi.

Dengan menghadirkan Ronie Parero sebagai guru tamu, SMKN 2 Bondowoso berhasil memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan teori dengan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi pada peserta didik agar kelak mereka dapat menjadi desainer muda yang kreatif, adaptif, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.