6 Karya Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso Tampil di Ajang Shashing & Crowning Jawa Timur 2026

Bondowoso, 22 Februari 2026 – Komitmen terhadap pengembangan talenta muda di bidang fashion kembali ditunjukkan oleh desainer Ronie Parero melalui gelaran Fashion Show Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso yang berlangsung di Lippo Plaza Jember, Sabtu (21/2/2026).

Fashion show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Shashing and Crowning 8th Mister Muslim dan Miss Muslimah Jawa Timur 2026 dan sukses menarik perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan. Sebanyak enam look modest wastra karya siswa PKL yang menjalani praktik kerja lapangan di Ronie Parero ditampilkan di atas panggung profesional.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Ronie Parero Brand. Melalui program pendampingan tersebut, para siswa tidak hanya dibimbing dalam proses desain, tetapi juga difasilitasi hingga tahap produksi dan presentasi karya dalam pagelaran fashion show.

Sebanyak lima desainer dan satu agency turut ambil bagian dalam fashion show ini. Kehadiran mereka semakin memperkuat atmosfer kolaboratif antara pelaku industri dan generasi muda kreatif. Acara ini juga disaksikan langsung oleh seluruh pengunjung Lippo Plaza Jember yang antusias menyaksikan setiap penampilan di atas runway.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Ronie Parero bersama penanggung jawab acara Ibnu Irham Syah menyampaikan bahwa program ini bertujuan mencetak calon desainer muda yang siap bersaing di industri fashion, khususnya di segmen modest fashion yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, siswa SMKN 2 Bondowoso mendapatkan pengalaman berharga tampil di panggung bergengsi tingkat Jawa Timur. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif ini diharapkan mampu melahirkan desainer muda berbakat dengan karya autentik dan berdaya saing.

Kokurikuler Entrepreneur Camp untuk Murid Mahir dalam Kreativitas, Komunikasi dan Kemandirian

Suasana penuh semangat dirasakan murid kelas X saat kegiatan kokurikuler dilaksanakan. Hari ini, Jum’at, 6 Februari 2026 kokurikuler pertemuan hari pertama dilaksanakan selama 10JP bertempat di Aula SMKN 2 Bondowoso . Entrepreneur Camp merupakan salah satu tema kokurikuler kelas X di semester genap. Bentuk kokurikuler adalah kolaboratif lintas disiplin ilmu (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Informatika, Projek IPAS dan Projek Kreatif dan Kewirausahaan). Tema ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan murid untuk memperkuat karakter kreativitas, komunikasi dan kemandirian. Sesuai visi SMKN 2 Bondowoso mandiri dan tangguh. Selaras juga dengan program unggulan sekolah penguatan kompetensi entrepreneur.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd meyampaikan dalam sambutannya bahwa kokurikuler ini dirancang secara menyenangkan. Membentuk jiwa wirausaha pada murid. Melatih keterampilan wirausaha murid.

Pesannya, keterampilan ini bermanfaat untuk murid mampu bersaing di masa depan. Harapannya murid mampu mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) secara bertahap. Ia juga menyampaikan pesan tentang penggunaan media sosial dan game online secara hati – hati.

“Anak – anak harap hati – hati dalam ber media sosial. Jangan share informasi kriminal atau hoax. Game yang mengajak bergabung dengan komunitas negatif, harap dihindari. Manfaatkan media sosial secara bijak. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk menjalankan usaha,” ujarnya.

Pertemuan kali ini tim guru kokurikuler mengenalkan tentang wirausaha hingga perencanaan bisnis melalui Bisnis Model Canvas (BMC). Selanjutnya murid dibentuk kelompok – kelompok wirausaha untuk penugasan berkunjung ke UMKM atau pelaku usaha. Kegiatan yang dirancang 45JP dan akan berlanjut hingga 4 minggu ke depan, setiap hari Jum’at.

Pertemuan selanjutnya adalah pembuatan prototype, desain jasa/produk, proses produksi, promosi dan pemasaran. Rencana di akhir projek setiap kelompok akan diminta presentasi hasil projeknya dengan teknik komunikasi yang efektif dan menarik.

SMKN 2 Bondowoso Gelar Ujian ASAS: Siswa Tata Kecantikan Tampilkan Keanggunan Rias Pengantin Jogja Putri dan Bugis

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menggelar kegiatan Ujian ASAS praktik untuk kelas XI Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, mata pelajaran pilihan Rias Pengantin Nusantara diangkat sebagai fokus ujian, dengan tema rias pengantin Jogja Putri dan Bugis.

Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Tata Kecantikan ini menjadi ajang bagi peserta didik dalam menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengaplikasikan riasan tradisional Indonesia. Dua konsep rias yang dipilih, yaitu Jogja Putri dan Bugis, menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki ciri khas serta makna filosofis tersendiri.

Rias pengantin Jogja Putri merupakan riasan tradisional Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Ciri khas utamanya adalah paes hitam berbentuk daun sirih yang diaplikasikan pada dahi pengantin. Paes ini dipercaya melambangkan kecantikan, kedewasaan, dan kemuliaan seorang wanita Jawa.
Dalam ujian, peserta didik menampilkan riasan bernuansa lembut dan elegan, dipadukan dengan aksen emas dan perak yang menghasilkan tampilan mewah dan penuh keanggunan khas Yogyakarta.

Sementara itu, rias pengantin Bugis tampil dengan karakter yang berbeda namun tidak kalah memukau. Riasan ini dikenal melalui penggunaan dadasa, yaitu hiasan hitam di dahi berbentuk bunga teratai yang melambangkan kesucian dan keberkahan.
Peserta didik mempraktikkan riasan dengan dominasi warna cerah dan berani, ditambah aksen emas dan perak yang memberikan nuansa anggun, tegas, dan elegan khas budaya Bugis.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan ujian berbasis praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan kompetensi nyata serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.
“Melalui praktik rias pengantin Nusantara, siswa tidak hanya belajar teknik merias, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang mereka bawa dalam setiap karya,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri kecantikan. Selain memperkaya keterampilan teknis, ujian ini juga membentuk karakter profesional dan rasa bangga peserta didik terhadap warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ASAS ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka di dunia kecantikan, baik modern maupun tradisional.

Kolaborasi Fashion Stylish, Siswa SMKN 2 Bondowoso Tampilkan Aksi Catwalk Memukau

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali melaksanakan rangkaian Ujian ASAS Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana. Tahun ini, ujian digelar dengan konsep penilaian praktik yang kolaboratif dan kreatif, salah satunya melalui kerja sama antara mata pelajaran Pilihan Peragaan dan Muatan Lokal Fashion Stylish.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah itu melibatkan peserta didik kelas XI B1 dan X B2 dalam praktik catwalk menggunakan busana casual. Para siswa diuji tidak hanya pada aspek penampilan busana, tetapi juga kemampuan mengombinasikan gaya, memahami karakter outfit casual, hingga menampilkan kepercayaan diri saat melenggang di runway.

Guru mata pelajaran Peragaan dan Mulok Fashion Stylish menjelaskan bahwa ujian kolaboratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada peserta didik. “Kami ingin siswa merasakan suasana ujian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan profesionalisme sejak dini,” ujar salah satu guru pembimbing.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas sejak tahap persiapan. Mereka merancang konsep penampilan, memilih outfit, memadukan warna, menentukan aksesori, hingga mempraktikkan teknik berjalan di catwalk. Sorak tepuk tangan dari teman sekelas dan guru membuat suasana aula semakin meriah.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 2 Bondowoso, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan industri busana yang menekankan kreativitas, kerapian tampilan, dan kemampuan komunikasi visual.

Dengan terselenggaranya ujian berbasis praktik tersebut, sekolah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi mereka di dunia fashion. Ujian ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

Sesi Guru Tamu Berkelas Industri: Ronie Parero Suntikkan Kreativitas Baru ke Dunia Fashion Siswa SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 20 November 2025 — SMKN 2 Bondowoso kembali menghadirkan pengalaman belajar inspiratif dengan mendatangkan Ronie Parero, desainer muda lulusan ESMOD Jakarta yang dikenal melalui karya custom-made dan kiprahnya di dunia mode nasional. Pada tahun 2024, Ronie resmi menjadi anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC), organisasi yang menaungi desainer, brand fashion, serta pelaku industri kreatif yang berkomitmen membawa mode Indonesia ke ranah global.

Kehadiran Ronie sebagai guru tamu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Desain dan Produksi Busana. Dalam sesi berbagi, Ronie membuka materi dengan memperkenalkan perjalanan kreatifnya serta filosofi dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa fashion bukan sekadar kemampuan menggambar, melainkan kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan nilai di tengah pesatnya perkembangan industri. Ronie juga menyoroti pentingnya inovasi dalam melestarikan batik, sehingga warisan budaya tersebut tetap relevan dan memiliki daya jual tinggi. Dalam materi inti, Ronie mengajak peserta didik memahami konsep desain vest batik kekinian—salah satu karya khasnya. Vest dipilih karena memiliki bentuk sederhana, fleksibel, hemat bahan, dan dapat dikenakan oleh berbagai kalangan usia. Ia memaparkan prinsip pemilihan batik, mulai dari motif kecil hingga sedang, batasan maksimal tiga warna, perpaduan dengan bahan polos, hingga teknik memperhatikan arah motif agar tampilan lebih modern dan proporsional.

Sesi semakin menarik saat Ronie melakukan demonstrasi pembuatan vest, mulai dari pembuatan pola sederhana, teknik pemotongan hemat bahan, hingga penambahan aksen kecil. Bagian yang paling memikat perhatian peserta didik adalah demonstrasi pembuatan korsase dari limbah kain—sebuah langkah kreatif yang tidak hanya menambah nilai eksklusif pada produk, tetapi juga mengajarkan pentingnya upcycle dalam industri fashion masa depan.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Banyak yang aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Ronie tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk berani mengeksplorasi ide, mengembangkan identitas desain, dan melihat batik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, menghadirkan praktisi industri secara langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Senada dengan itu, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 2 Bondowoso juga memberikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ronie menjadi guru tamu. Ia menilai materi yang dibawakan Ronie sangat relevan dengan kebutuhan industri fashion masa kini, terutama gagasan inovatif dalam memodernisasi batik agar tetap bernilai jual tinggi. Konsep desain vest batik kekinian, teknik pemilihan motif, hingga kreativitas memanfaatkan limbah kain menjadi korsase dianggap sebagai wawasan praktis yang sulit diperoleh hanya melalui teori di kelas. Ketua Jurusan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena terbukti mampu memperkuat kompetensi siswa sekaligus menginspirasi mereka untuk berani berkreasi, membangun karakter desain, dan tetap menjaga budaya lokal melalui inovasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Ronie menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa fashion nasional ke level lebih tinggi.

Dengan menghadirkan Ronie Parero sebagai guru tamu, SMKN 2 Bondowoso berhasil memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan teori dengan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi pada peserta didik agar kelak mereka dapat menjadi desainer muda yang kreatif, adaptif, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.

SMKN 2 BONDOWOSO MENINGKATKAN RELEVANSI PEMBELAJARAN DENGAN MENGHADIRKAN PRAKTISI ”EMA GRIYA BUSANA”

Bondowoso, Smakendanews. Perkembangan mode fashion di Indonesia terus berkembang seiring zaman yang semakin modern. Kemampuan literasi di bidang fashion perlu digiatkan. Daya kolaborasi dengan Industri, dunia kerja, praktisi dan pelaku usaha perlu dikuatkan. Sebagai SMK unggul, pencetak tenaga terampil di bidang Desain dan Produksi Busana (DPB) kami tidak lah statis. Seiring dinamika dunia fashion yang dnamis, kami terus up date pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan. Pada tanggal 13-14 November 2025 hadir di hadapan siswa dan guru seorang praktisi di bidang fashion. Kali ini kami menggandeng Owner Ema Griya Busana, Ibu Khusnul Khotimah, untuk merelevansikan pembelajaran di sekolah. Ema Griya Busana adalah Butik yang terkenal di Bondowoso dan beberapa kota di Indonesia. Industri ini memiliki pangsa pasar pecinta batik dan songket. Model busana yang dipasarkan adalah busana wanita seperti blus, outer dan busana kerja.

Kegiatan ini adalah realisasi pelaksanaan program bantuan pemerintah untuk SMK Pusat Keunggulan Pembelajaran Mendalam: PENINGKATAN RELEVANSI PEMBELAJARAN DENGAN MENGHADIRKAN PRAKTISI DUNIA KERJA UNTUK MENGAJAR DI SMK.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd meyampaikan dalam sambutannya bahwa sekolah dan industri perlu berkolaborasi dalam pembelajaran di SMK “Penyesuaian cara produksi busana di sekolah kita perlu disesuaikan dengan di industri. Industri punya cara-cara smart untuk mengefektifkan waktu produksi. Jika kita megikuti cara-cara lama, kita akan tertinggal. Melihat perkembangan terus berjalan, kita harus selaraskan pembelajaran sesuai industri. Dengan demikian lulusan kita dapat di terima industri dengan mudah. Karena pembelajaran kita di sekolah sudah relevan”. Tuturnya.

Waka kurikulum SMKN 2 Bondowoso, Ibu Mismiati, S.Pd yang juga turut mendampingi kegiatan ini meyampaikan. “Kegiatan ini memberi wawasan baru pada guru tentang teknik cepat membuat pola hingga menjahit. Keterampilan ini akan direlevansikan dengan pembelajaran praktik di sekolah”. Ujarnya.

Sejumlah 20 peserta, siswa dan guru, mengikuti kegiatan dengan antusian. Mereka mensimulasikan produksi blus bersama Ema Griya Busana. Setiap guru dan siswa menghasilkan 1 produk yang standar produksi seperti di industri. Rencana tindak lanjut kegiatan ini akan dijadwalkan Teaching Factory yang menerapkan standar industri.

Belajar Langsung dari Chef Profesional, Siswa Kuliner SMK Negeri 2 Bondowoso Antusias Olah Roti Bluder Tape

Suasana dapur praktik Kuliner SMKN 2 Bondowoso pada Jumat, 19 September 2025 terasa berbeda dari biasanya. Puluhan siswa tampak serius namun tetap ceria saat mengikuti praktik pembuatan roti bluder berbahan dasar tape. Bukan tanpa alasan, kali ini mereka mendapat kesempatan langka: belajar langsung dari Chef Harto, praktisi kuliner berpengalaman dari The Southern Hotel Surabaya.

Chef Harto yang dikenal ramah tidak hanya mengajarkan teknik mencampur adonan, fermentasi, hingga trik memanggang roti agar hasilnya lembut sempurna. Ia juga memberikan motivasi berharga untuk para calon chef muda.
“Di dunia kuliner, kuncinya adalah konsistensi. Jangan cepat menyerah kalau gagal, karena chef hebat lahir dari ribuan kali mencoba,” ucapnya sambil tersenyum.

Kata-kata itu membuat para siswa semakin bersemangat. Beberapa bahkan langsung mengajukan pertanyaan seputar dunia kerja di perhotelan dan peluang karier di bidang kuliner. “Saya sangat beruntung bisa praktik langsung dengan Chef Harto. Beliau membimbing dengan sabar dan memberi banyak tips yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan,” tutur Karina, siswi kelas XI Kuliner 2.

Hermin, Kepala Kompetensi Keahlian Kuliner SMKN 2 Bondowoso, mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan berharga tersebut.
“Anak-anak sangat antusias dan happy. Mendapatkan ilmu langsung dari pakarnya tentu memberikan pengalaman yang tak ternilai, sekaligus memotivasi mereka untuk lebih percaya diri,” jelas Hermin.

Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya SMKN 2 Bondowoso menghadirkan pembelajaran berbasis industri. Dengan menghadirkan praktisi profesional, siswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu merasakan atmosfer nyata dunia kerja.

Lebih dari sekadar praktik membuat roti, momen bersama Chef Harto ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, kreativitas, dan keberanian mencoba. Hal tersebut tentu akan menjadi bekal berharga bagi siswa Kuliner dalam menapaki masa depan di dunia industri yang penuh tantangan.

Asah Keterampilan Profesional, Siswa XI Kecantikan Kulit dan Rambut di SMKN 2 Bondowoso Gelar Praktik Perawatan Wajah

Bondowoso – 3 September 2025
Suasana ruang praktik di SMK Negeri 2 Bondowoso pada Selasa (2/9) berubah layaknya sebuah salon kecantikan profesional. Para siswi kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit dan Rambut menampilkan keterampilan mereka dalam kegiatan praktik perawatan wajah bermasalah sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran dan persiapan menghadapi dunia kerja.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswi kelas XI dan menjadi ajang penerapan langsung teori-teori perawatan kulit yang telah dipelajari di kelas. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran sekaligus guru pembimbing, para siswi ditantang untuk memberikan layanan facial sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) industri kecantikan.

“Praktik seperti ini menjadi jembatan antara teori yang diajarkan di kelas dengan realitas dunia kerja. Siswa kami tidak hanya diuji dari sisi teknis, tetapi juga dari etika kerja, komunikasi dengan klien, hingga manajemen sanitasi alat,” ujar salah satu guru pembimbing.

Selama praktik, setiap siswa harus menjalankan seluruh tahapan perawatan wajah secara lengkap. mulai pembersihan , analisa kondisi kulit klien, peeling, pemijatan wajah ( face massage ), pengaplikasian masker wajah sesuai jenis kulit, hingga pemberian penyegar (face tonic),pelembab dan serum.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan praktik ini. Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis praktik merupakan langkah strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan nyata yang dibutuhkan di dunia industri.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, tidak hanya sebagai ajang unjuk keterampilan, tetapi juga sebagai bekal fundamental sebelum para siswa mengikuti program praktik kerja lapangan (PKL) di salon, klinik kecantikan, atau spa profesional,” ujarnya.

Melalui praktik rutin yang terstruktur dan mendekati kondisi nyata di industri, SMK Negeri 2 Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di dunia kecantikan yang dinamis dan kompetitif.

ASAS Kreatif, Siswa SMKN 2 Bondowoso Pentaskan Sejarah Masuknya Islam Lewat Drama Kolaboratif

“Projek pembelajaran lintas mata pelajaran hadirkan pementasan sosiodrama edukatif, tunjukkan kreativitas dan penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila.”

Bondowoso, 13 Juni 2025 — Dalam rangkaian kegiatan Asesmen Akhir Semester (ASAS), siswa kelas X SMK Negeri 2 Bondowoso melaksanakan sebuah pementasan drama yang mengangkat tema “Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia”. Kegiatan ini menjadi bagian dari projek pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan mata pelajaran Sejarah dan Pendidikan Pancasila.

Melalui pementasan ini, para siswa mengupas berbagai kisah penting tentang masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Dimulai dari peran para pedagang Gujarat yang memperkenalkan Islam melalui jalur perdagangan, hingga perjuangan dakwah para Wali Songo seperti Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Gresik, dan lainnya, disajikan secara menarik dalam bentuk sosiodrama yang penuh penghayatan.

Seluruh proses pementasan dikerjakan langsung oleh siswa, mulai dari perancangan naskah, pembuatan properti, penyusunan kostum, hingga pendalaman karakter tokoh. Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Para siswa tidak hanya mempelajari sejarah secara teoritis, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kreativitas siswa serta para guru pembimbing. “Kegiatan projek ini memperlihatkan pembelajaran yang bermakna, bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, keterampilan sosial, dan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan menghargai keberagaman,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Pengawas SMK, Ibu Sielviana, S.T., M.Pd., yang turut mengapresiasi pelaksanaan ASAS berbasis projek ini. Menurutnya, inovasi asesmen berbasis projek ini sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan merupakan praktik baik dalam mengembangkan pembelajaran yang aktif dan bermakna.

Projek pementasan ini digagas dan dibimbing oleh tim guru Sejarah: Ibu Safira Qonita, S.Pd.Gr., Bapak Zainul Arifin, S.Pd., dan Ibu Dyah Rembulansari, S.Pd., yang secara konsisten mengembangkan pembelajaran berbasis projek di akhir setiap pembelajaran. Seluruh siswa pun terlibat secara aktif dalam melakukan observasi, pengumpulan data, pembagian tugas, hingga mengolah ide dan mewujudkannya dalam bentuk karya nyata.

Semangat kolaborasi dan kreativitas yang telah dibangun dalam projek ini diharapkan dapat terus dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran di masa yang akan datang, sehingga asesmen tidak hanya menjadi pengukuran hasil belajar, melainkan juga menjadi ajang penguatan karakter, keterampilan abad 21, serta ruang ekspresi bagi siswa.

SMKN 2 Bondowoso Gelar Simulasi Pemilu dalam Rangka ASAS Genap 2025

Bondowoso, 12 Juni 2025 – Dalam rangka pelaksanaan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) genap tahun ajaran 2024/2025, SMKN 2 Bondowoso menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Simulasi Pemilu”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Sejarah Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai proses demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan.Simulasi ini melibatkan seluruh siswa kelas XI yang berperan aktif sebagai calon legislatif, panitia pemungutan suara, pengawas, dan pemilih. Setiap tahapan pemilu dijalankan secara lengkap dan sistematis, mulai dari pendaftaran calon, kampanye, pencoblosan, hingga penghitungan suara.Waka Kurikulum SMKN 2 Bondowoso, Ibu Mismiati, yang hadir mewakili Kepala Sekolah Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyambut dengan antusias dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.“Kegiatan simulasi pemilu ini merupakan bentuk pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir kritis atau critical thinking siswa, yang sangat dibutuhkan di era sekarang,” ujarnya.Guru Pendidikan Pancasila, Dyah Rembulansari, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi project-based learning yang mendukung terbentuknya Profil Pelajar Pancasila.“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan,” ungkap Dyah.Sementara itu, guru Sejarah Indonesia, Safira Qonita, S.Pd. Gr, dan Zainul Arifin, S.Pd., sebagai penggagas kegiatan, menekankan bahwa kolaborasi lintas mata pelajaran ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran politik sejak dini serta memperkuat pemahaman siswa terhadap sejarah demokrasi di Indonesia.“Kami ingin siswa memahami bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang harus dihargai dan dijaga,” ujar Safira.Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi, terutama saat sesi debat terbuka antar calon legislatif, di mana mereka menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara atraktif dan argumentatif, layaknya peserta pemilu sesungguhnya.Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama dan pemberian penghargaan kepada tim terbaik, berdasarkan hasil suara terbanyak serta penilaian juri.Dengan keberhasilan pelaksanaan simulasi ini, SMKN 2 Bondowoso berkomitmen untuk terus mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang melibatkan siswa secara aktif, bermakna, dan membentuk karakter kebangsaan yang kuat.

Salam Pancasila,Salam Demokrasi.