SMK Negeri 2 Bondowoso Sukseskan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan)

SMK Negeri 2 Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program ini menjadi salah satu upaya strategis sekolah dalam menumbuhkan kemandirian, kreativitas, serta kepedulian peserta didik terhadap sektor pangan dan lingkungan.

Melalui Program SIKAP, SMK Negeri 2 mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan praktik langsung di bidang pertanian dan pengolahan hasil pangan. Peserta didik dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan kebun sekolah, budidaya tanaman pangan dan hortikultura, serta pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif. Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa Program SIKAP sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak lulusan yang berkarakter, terampil, dan inovatif. “Melalui SIKAP, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana mengelola sumber daya pangan secara berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dan kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak dini,” ujarnya.

Peduli Bumi Sejak Dini, SAGASUS SMKN 2 Bondowoso Ambil Bagian Tanam 2.000 Pohon

Bondowoso — Kamis, 22 Januari 2026, SAGASUS (Satuan Sangga Khusus) Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso turut ambil bagian dalam Gerakan Penanaman 2.000 Pohon yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, kawasan lereng Gunung Argopuro, ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Dr. Fathur Razi,M.Fil.I. Kegiatan penanaman pohon tersebut mengusung tagline “Mulai Tanam Pohon untuk Investasi Kehidupan”.

Anggota SAGASUS Ambalan Brawijaya mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian, didampingi oleh Kepala Mabigus SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Keikutsertaan ini merupakan bentuk bakti dan karya nyata Pramuka, khususnya Satuan Sangga Khusus, dalam mendukung program lingkungan hidup dan kepedulian terhadap wilayah rawan bencana.

Melalui kegiatan ini, SAGASUS Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan peran aktif Pramuka sebagai generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh, serta siap berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik.

Isra’ Mi’raj sebagai Cermin Diri dan Momentum Reflektif Menyambut Ramadan di SMK Negeri 2 Bondowoso

Bondowoso, 15 Januari 2026. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMK Negeri 2 Bondowoso tahun ini tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan sebagai ruang refleksi mendalam atas seluruh ikhtiar dan perilaku yang telah dijalani oleh warga sekolah. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kegiatan ini menjadi ajakan kolektif untuk melakukan kontemplasi diri, serta menimbang kembali kualitas ibadah, kekhusyukan sholat, serta kepedulian terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam penguatannya menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak berhenti pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi harus berujung pada pembentukan karakter. Penguatan nilai adab, akhlak, dan kesadaran spiritual terus ditanamkan agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang utuh dan bertanggung jawab.

Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya Ustadzah Nyai Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd.I, yang menyampaikan tausiyah dengan gaya ceria, komunikatif, dan penuh energi positif. Melalui pendekatan yang hangat dan interaktif, beliau mampu “membius” perhatian siswa untuk terlibat aktif dalam proses refleksi. Berbagai fokus penguatan karakter disampaikan dengan bahasa yang membumi, mengajak siswa jujur menilai diri, memperbaiki ibadah, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Suasana religius semakin terasa ketika gema sholawat dilantunkan secara serempak oleh seluruh hadirin. Lantunan sholawat tersebut menjadi simbol kebersamaan, ketundukan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus memperdalam penghayatan spiritual seluruh warga sekolah.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kompetensi, karakter, dan spiritualitas. Diharapkan, refleksi yang terbangun mampu menjadi bekal bagi peserta didik dalam menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, kesadaran yang lebih utuh, serta tekad untuk terus memperbaiki diri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu, kelapangan hati, dan kekuatan iman agar setiap langkah ke depan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT.

Konsisten Sholat Dhuha Berjamaah, Sebagai Fondasi Karakter Generasi PASTI MANTAB

SMK Negeri 2 Bondowoso pada semester genap tahun pelajaran ini mulai mengimplementasikan Gerakan Pembiasaan 7 KAIH, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya strategis dan berkelanjutan dalam membangun karakter peserta didik secara utuh melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah.

Sebagai langkah awal, sekolah memfokuskan pembiasaan pada elemen religius melalui pelaksanaan Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah. Kegiatan ini dikoordinir oleh Tim Pengendali Karakter dan dimotori langsung oleh Kepala Sekolah bersama empat Wakil Kepala Sekolah. Pembiasaan religius ini menjadi perhatian utama dalam mengawali penguatan karakter lainnya, karena penguatan rohani diyakini mampu menjadi fondasi dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai moral peserta didik.

Komitmen penguatan karakter juga tercermin melalui pesan-pesan bijak dan arahan inspiratif yang secara rutin disampaikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan briefing pagi bersama seluruh guru. Briefing yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 06.45 WIB ini menjadi sarana penyamaan persepsi, penguatan budaya positif, serta pengendalian karakter dalam rangka menyiapkan generasi “PASTI MANTAB” sebagai tagline SMK Negeri 2 Bondowoso.

Pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH ini disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Terbangunnya semangat kebersamaan dan komitmen kolektif menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya pembentukan karakter siswa yang unggul, berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang memperkuat iklim pendidikan di lingkungan sekolah.

Dukungan yang kuat juga datang dari wali murid, yang menyambut baik serta mendukung penuh pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH. Sinergi antara sekolah dan orang tua ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembiasaan, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan siswa secara holistik.