SMK Negeri 2 Bondowoso pada semester genap tahun pelajaran ini mulai mengimplementasikan Gerakan Pembiasaan 7 KAIH, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya strategis dan berkelanjutan dalam membangun karakter peserta didik secara utuh melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah.
Sebagai langkah awal, sekolah memfokuskan pembiasaan pada elemen religius melalui pelaksanaan Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah. Kegiatan ini dikoordinir oleh Tim Pengendali Karakter dan dimotori langsung oleh Kepala Sekolah bersama empat Wakil Kepala Sekolah. Pembiasaan religius ini menjadi perhatian utama dalam mengawali penguatan karakter lainnya, karena penguatan rohani diyakini mampu menjadi fondasi dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai moral peserta didik.
Komitmen penguatan karakter juga tercermin melalui pesan-pesan bijak dan arahan inspiratif yang secara rutin disampaikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan briefing pagi bersama seluruh guru. Briefing yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 06.45 WIB ini menjadi sarana penyamaan persepsi, penguatan budaya positif, serta pengendalian karakter dalam rangka menyiapkan generasi “PASTI MANTAB” sebagai tagline SMK Negeri 2 Bondowoso.
Pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH ini disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Terbangunnya semangat kebersamaan dan komitmen kolektif menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya pembentukan karakter siswa yang unggul, berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang memperkuat iklim pendidikan di lingkungan sekolah.
Dukungan yang kuat juga datang dari wali murid, yang menyambut baik serta mendukung penuh pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH. Sinergi antara sekolah dan orang tua ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembiasaan, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan siswa secara holistik.