Isra’ Mi’raj sebagai Cermin Diri dan Momentum Reflektif Menyambut Ramadan di SMK Negeri 2 Bondowoso

Bondowoso, 15 Januari 2026. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMK Negeri 2 Bondowoso tahun ini tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan sebagai ruang refleksi mendalam atas seluruh ikhtiar dan perilaku yang telah dijalani oleh warga sekolah. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kegiatan ini menjadi ajakan kolektif untuk melakukan kontemplasi diri, serta menimbang kembali kualitas ibadah, kekhusyukan sholat, serta kepedulian terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam penguatannya menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak berhenti pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi harus berujung pada pembentukan karakter. Penguatan nilai adab, akhlak, dan kesadaran spiritual terus ditanamkan agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang utuh dan bertanggung jawab.

Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya Ustadzah Nyai Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd.I, yang menyampaikan tausiyah dengan gaya ceria, komunikatif, dan penuh energi positif. Melalui pendekatan yang hangat dan interaktif, beliau mampu “membius” perhatian siswa untuk terlibat aktif dalam proses refleksi. Berbagai fokus penguatan karakter disampaikan dengan bahasa yang membumi, mengajak siswa jujur menilai diri, memperbaiki ibadah, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Suasana religius semakin terasa ketika gema sholawat dilantunkan secara serempak oleh seluruh hadirin. Lantunan sholawat tersebut menjadi simbol kebersamaan, ketundukan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus memperdalam penghayatan spiritual seluruh warga sekolah.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kompetensi, karakter, dan spiritualitas. Diharapkan, refleksi yang terbangun mampu menjadi bekal bagi peserta didik dalam menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, kesadaran yang lebih utuh, serta tekad untuk terus memperbaiki diri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu, kelapangan hati, dan kekuatan iman agar setiap langkah ke depan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT.

Konsisten Sholat Dhuha Berjamaah, Sebagai Fondasi Karakter Generasi PASTI MANTAB

SMK Negeri 2 Bondowoso pada semester genap tahun pelajaran ini mulai mengimplementasikan Gerakan Pembiasaan 7 KAIH, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya strategis dan berkelanjutan dalam membangun karakter peserta didik secara utuh melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah.

Sebagai langkah awal, sekolah memfokuskan pembiasaan pada elemen religius melalui pelaksanaan Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah. Kegiatan ini dikoordinir oleh Tim Pengendali Karakter dan dimotori langsung oleh Kepala Sekolah bersama empat Wakil Kepala Sekolah. Pembiasaan religius ini menjadi perhatian utama dalam mengawali penguatan karakter lainnya, karena penguatan rohani diyakini mampu menjadi fondasi dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai moral peserta didik.

Komitmen penguatan karakter juga tercermin melalui pesan-pesan bijak dan arahan inspiratif yang secara rutin disampaikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan briefing pagi bersama seluruh guru. Briefing yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 06.45 WIB ini menjadi sarana penyamaan persepsi, penguatan budaya positif, serta pengendalian karakter dalam rangka menyiapkan generasi “PASTI MANTAB” sebagai tagline SMK Negeri 2 Bondowoso.

Pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH ini disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Terbangunnya semangat kebersamaan dan komitmen kolektif menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya pembentukan karakter siswa yang unggul, berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang memperkuat iklim pendidikan di lingkungan sekolah.

Dukungan yang kuat juga datang dari wali murid, yang menyambut baik serta mendukung penuh pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH. Sinergi antara sekolah dan orang tua ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembiasaan, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan siswa secara holistik.

“Ketika Adab Menjadi Hadiah Terindah Perayaan Hari Guru di SMK Negeri 2 Bondowoso”

“Guru Hebat, Negara Kuat”

SMK Negeri 2 Bondowoso hari ini menggelar peringatan Hari Guru Nasional dengan penuh kekhidmatan, apresiasi, dan ekspresi kreatif dari para siswa. Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat kebersamaan ketika seluruh guru dan peserta didik berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para pendidik yang selama ini membimbing dengan dedikasi tanpa batas.

Acara dibuka dengan penyampaian pesan oleh Ibu Mismiati, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa penghargaan tertinggi kepada guru bukanlah sekadar hadiah, bunga, atau ucapan seremonial, melainkan wujud adab dan akhlak mulia. Sikap tawadhu, patuh, dan kesediaan mengikuti nasihat guru menjadi bentuk penghormatan yang sejati. Guru adalah sosok yang layak dimuliakan melalui perilaku, bukan hanya kata-kata.

Momentum peringatan Hari Guru tahun ini juga menjadi kesempatan bagi SMK Negeri 2 Bondowoso untuk memperkuat karakter siswa. Selaras dengan tema nasional “Guru Hebat, Negara Kuat”, sekolah berharap seluruh peserta didik menempatkan guru pada posisi terhormat sebagai pendidik yang mengajar dengan ketulusan, merawat dengan penuh kesabaran, bahkan layaknya merawat anak mereka sendiri.

Suasana semakin meriah ketika OSIS dan beberapa siswa menampilkan flashmob kreatif yang penuh energi. Gerakan yang kompak dan ekspresi yang kuat membuat seluruh penonton terpukau. Penampilan puisi yang dibawakan dengan penuh penghayatan juga menambah kesan mendalam; setiap bait menjadi ungkapan rasa terima kasih dari siswa kepada para guru yang telah berjasa membentuk karakter mereka.

Antusiasme dan tepuk tangan meriah dari seluruh guru dan siswa menjadi penutup acara yang hangat dan penuh makna. Peringatan Hari Guru Nasional di SMK Negeri 2 Bondowoso tahun ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga refleksi tentang pentingnya peran guru sebagai pondasi peradaban bangsa.

Semoga Guru Indonesia terus mampu membentuk generasi hebat agar NKRI terus kuat.

SMK Negeri 2 Bondowoso Hadirkan Desainer Nasional Roni Parero sebagai Guru Tamu, Siswa Antusias Belajar Teknik Menjahit “Vest”

Bondowoso, Rabu, 19 November 2025. SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi peserta didik melalui kegiatan SMK PK PM dengan menghadirkan guru tamu seorang desainer muda ternama tingkat nasional, Roni Parero. Desainer asal Jember yang namanya kian dikenal di dunia fashion tanah air ini memberikan pendampingan langsung kepada para siswa dalam pembuatan outer dengan menerapkan teknik menjahit “Vest”, yakni metode menjahit cepat namun tetap presisi.

Dalam sesi pelatihan, Roni Parero membagikan teknik efisien untuk menyelesaikan bagian-bagian penting outer seperti lengan, bahu, dan keliman. Ia menekankan beberapa langkah kunci, di antaranya memastikan pola lengan pas dengan badan, mengobras jahitan bahu ke belakang agar rapi dan kuat, serta menandai atau menyatukan titik puncak lengan dengan jahitan bahu untuk meminimalisir kesalahan pemasangan yang mengacu pada praktik profesional di industri fashion.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Selain belajar langsung dari ahlinya, para siswa mendapat pengalaman berharga karena hasil karya outer yang mereka buat, baik yang bersifat costum maupun ready stock, langsung mendapat pesanan dari pelanggan. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa siswa SMK Negeri 2 Bondowoso mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bernilai jual.

Dukungan penuh terhadap kegiatan ini diberikan oleh Ibu Mismiati yang mendampingi jalannya pelatihan bersama Ketua Program Keahlian, Ibu Sadiyani Herawati. Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa menghadirkan praktisi profesional seperti Roni Parero merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan industri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Negeri 2 Bondowoso berharap dapat terus memperkuat kompetensi siswa dan memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, khususnya di bidang tata busana dan fashion design. Hasil outer cantik yang dihasilkan siswa menjadi bukti nyata kualitas dan kreativitas lulusan SMK yang siap bersaing di industri kreatif nasional.

Kolaborasi Lintas Mapel Wujudkan Ekosistem Sekolah Humanis melalui Program “Peduli Diri dan Lingkungan melalui Citizen Collaboration”

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran ekologis dan karakter peduli sesama, SMK Negeri 2 Bondowoso melaksanakan kegiatan kokurikuler kolaboratif lintas mata pelajaran bertema “Peduli Diri dan Lingkungan melalui Citizen Collaboration.”
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengintegrasikan ilmu, nilai, dan tindakan sebagai wujud implementasi pembiasaan 7 KAIH — Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.

Tujuh pembiasaan ini menjadi fondasi pembentukan karakter pelajar yang berdisiplin, sehat, berakhlak mulia, dan berjiwa sosial. Di balik aktivitas yang tampak sederhana, tersimpan makna besar tentang bagaimana peserta didik belajar mengelola diri, merawat lingkungan, serta membangun harmoni antara kehidupan pribadi dan sosial.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi bersih-bersih lingkungan sekolah, citizenship vertikal garden, jalan-jalan sehat (JJS), serta pola makan sehat bersama. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa kepedulian terhadap diri dan lingkungan bukan sekadar tanggung jawab individu, melainkan juga bentuk partisipasi aktif dalam membangun budaya sekolah yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas mapel ini melibatkan sejumlah guru yang memberikan pendampingan sesuai dengan peran dan fungsi bidang ajarnya masing-masing. Guru Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPAS) membimbing siswa memahami keseimbangan pengelolaan lingkungan, dari kebersihan diri, pemilihan asupan bergizi, hingga kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan asri. Nilai-nilai tersebut berpadu dengan pembelajaran PPKn, yang menegaskan pentingnya tanggung jawab warga negara dalam menjaga ketahanan nasional melalui perilaku sadar lingkungan dan kepedulian sosial.

Berlandaskan pada semangat 7 KAIH, kegiatan ini menjadi contoh konkret pendidikan yang menumbuhkan manusia seutuhnya: sehat secara fisik, kuat secara moral, dan peka secara sosial. Proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hidup dalam tindakan sehari-hari yang menebarkan nilai kemanusiaan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pendidikan karakter dan praktik kokurikuler.

“Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin menanamkan bahwa kepedulian dimulai dari diri sendiri, lalu meluas ke lingkungan. Saat peserta didik belajar menjaga kebersihan, menanam, atau makan sehat bersama, mereka sesungguhnya sedang belajar menjadi warga yang bertanggung jawab dan berdaya,” ujarnya.

Program “Peduli Diri dan Lingkungan melalui Citizen Collaboration” menjadi refleksi bahwa pendidikan sejati tidak sekadar menumbuhkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran untuk hidup selaras dengan diri, sesama, dan alam. Dari kebersihan tumbuh kesehatan, dari kesehatan lahir kebahagiaan, dan dari kebahagiaan tumbuh karakter yang mencintai kehidupan.

SMK Negeri 2 Bondowoso Turut Launching 8 Buku Guru dan Siswa di Momentum Pemecahan Rekor MURI Penulisan Buku Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur

Bondowoso – Aula SMA Negeri 2 Bondowoso pada hari ini menjadi saksi lahirnya delapan judul buku karya guru dan siswa SMK Negeri 2 Bondowoso. Acara peluncuran buku ini dilaksanakan serentak bersama kegiatan pemecahan rekor MURI penulisan buku di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang digelar pada 3–5 Oktober 2025 dan berpuncak di Grand City Hall, Surabaya.

Kepala SMK N 2 Bondowoso Sofyan Sauri, S.Pd.,M.Pd. berkesempatan hadir dalam kegiatan ini bersama sepuluh siswa penulis muda, beliau mendampingi Dyah Rembulansari, S.Pd. salah satu guru SMK N 2 Bondowoso yang produktif menulis buku solo maupun antologi puisi, cerpen, dan kisah inspiratif, yang ikut melakukan pameren buku bersama para penulis lain dari wilayah Cabang Dinas Bondowoso, yang meliputi Kab. Bondowoso dan Situbondo.

Semangat literasi tampak begitu kuat. Dyah Rembulansari bahkan dipercaya menjadi moderator bedah buku karya Kepala SMA Negeri 1 Kapongan. “Menjadi guru literat adalah kewajiban, sebab tidak mungkin kita mampu membimbing dengan baik tanpa pengetahuan yang cukup,” ungkapnya penuh keyakinan.

Hal serupa ditegaskan oleh Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso. Dalam sambutannya, ia mendorong siswa agar terus menggiatkan program Duta Literasi Sekolah sehingga nantinya lahir buku-buku berkualitas yang memperkaya pustaka sekolah.

Kehadiran para penulis dari kalangan pengawas, kepala sekolah, guru, dan siswa SMA/SMK se-wilayah Cabang Dinas Bondowoso menjadikan momen ini semakin berkesan. Bukan hanya sekadar perayaan literasi, tetapi juga wujud nyata semangat menulis yang kini telah mengakar di dunia pendidikan Jawa Timur.

“Bekali Kompetensi dan Karakter, Siswa SMK Negeri 2 Bondowoso Siap Melaksanakan PKL”

Bondowoso, 29 September 2025 — Sebanyak 178 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Bondowoso resmi dilepas untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di 54 Dunia Usaha dan Dunia Industri/Kerja (DUDIKA) yang telah menjalin kerja sama erat dengan sekolah.

Dalam pengarahan sebelum keberangkatan, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa kegiatan PKL bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah langkah nyata untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Sebelumnya, para guru SMK Negeri 2 Bondowoso telah melakukan sinkronisasi kurikulum bersama pihak DUDIKA, agar mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang kerja di industri. Langkah ini memastikan bahwa siswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki bekal praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.

Beliau juga menyampaikan harapan besar agar siswa mampu menunjukkan prestasi terbaik selama PKL. “Setiap tahun, siswa SMK Negeri 2 Bondowoso selalu berhasil meraih apresiasi dari DUDIKA, mulai dari penghargaan sebagai peserta PKL terbaik, memperoleh beasiswa, hingga langsung direkrut bekerja bahkan sebelum pengumuman kelulusan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan kita diterima dan mampu beradaptasi dengan dunia industri sesuai kompetensinya,” ujarnya.

Penguatan juga diberikan oleh Waka Humas, Bapak Miftahussurur, yang mendampingi kepala sekolah. Ia berpesan agar para siswa senantiasa menjaga karakter, komunikasi yang baik, kerja sama dengan rekan, serta kedisiplinan mengikuti SOP di tempat PKL masing-masing. “Ingat, predikat terbaik bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang sikap dan integritas,” tegasnya.

Tak ketinggalan, Ibu Vera, Guru Bimbingan Konseling, yang turut hadir dalam acara pelepasan, juga memberikan motivasi. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap positif, fokus pada tujuan, serta menjadikan PKL sebagai pengalaman berharga yang akan mendekatkan siswa pada cita-cita mereka.

Dengan semangat dan doa restu dari seluruh pihak sekolah, para siswa dilepas menuju DUDIKA dengan penuh optimisme. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman mereka, tetapi juga semakin mengukuhkan reputasi SMK Negeri 2 Bondowoso sebagai sekolah yang lulusannya siap kerja, berdaya saing, dan berkarakter.

Sinkronisasi Kurikulum SMKN 2 Bondowoso dengan The Southern Surabaya Berbuah Manis, 14 Siswa Terserap Dunia Kerja

Bondowoso, 19 September 2025 — Program sinkronisasi kurikulum yang dijalankan SMK Negeri 2 Bondowoso bersama DUDIKA The Southern Surabaya membuahkan hasil menggembirakan. Sebanyak 14 siswa telah terserap bekerja di industri perhotelan prestisius tersebut.

Tahun ini, lima lulusan berhasil menembus dunia kerja, yaitu Sakila, Gita, Haris, Bagus Saputra, dan Bagus Setyo. Mereka menyusul jejak sembilan alumni sebelumnya: Fahmi, M. Ikhsan, Musthofa, Rizka, dan Nawawi, yang telah lebih dulu bergabung dengan The Southern.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa hasil sinkronisasi kurikulum bersama The Southern melebihi ekspektasi. “Kolaborasi kurikulum dengan industri terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa sekaligus memperluas kesempatan kerja. Ini bukti nyata bahwa sinergi sekolah dan DUDIKA menghasilkan lulusan yang siap kerja,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut turut didukung jajaran manajemen The Southern Surabaya yang hadir dalam kegiatan sinkronisasi, yakni Rosalia Erta (HR Manager), Muhammad Haruman (Executive Housekeeper), Sarto (Executive Chef), Mellyon Dwi Susanti (Duty Manager), dan Budi Wahyu Utomo (FB Manager).

Sofyan menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari jalinan hubungan yang sudah harmonis antara SMKN 2 Bondowoso dan The Southern Surabaya. “Kami akan terus mengembangkan model sinkronisasi kurikulum yang lebih adaptif dengan kebutuhan industri,” tutupnya.

“Screening Kesehatan Tahunan Siswa Baru, Upaya Cermat Menyiapkan Generasi Hebat Indonesia”

Bondowoso , Awal tahun ajaran baru 2025/2026 diwarnai dengan kegiatan screening kesehatan rutin yang dilaksanakan di sekolah, Senin (15/9). Kegiatan tahunan ini menyasar siswa kelas X yang baru masuk, dengan total 224 siswa mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, gula darah, asam urat, riwayat penyakit bawaan, penyakit tidak menular yang pernah diderita, hingga tingkat kecemasan siswa. Screening ini dilakukan oleh lima tenaga kesehatan dari Puskesmas Nangkaan Bondowoso yang dipimpin langsung oleh dr. Amel.

Menurut dr. Amel, deteksi dini kesehatan siswa sangat penting dilakukan. “Kasus gula darah tinggi saat ini bukan hanya dialami oleh kalangan lanjut usia. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, terutama gula sintetis dalam minuman kemasan, menjadi salah satu pemicu,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa gangguan tidur dan kecemasan siswa semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya kasus kecanduan gawai.

Kepala Sekolah, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. “Screening ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan tenaga kependidikan yang sama-sama perlu menjaga kesehatan fisik dan mental, agar tetap bisa memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.

Tak hanya siswa, sekitar 70 guru dan tenaga kependidikan turut menjalani pemeriksaan kesehatan. Ika Puspitasari, S.Pd., selaku guru UKS sekaligus fasilitator kegiatan, mengaku puas dengan jalannya acara. “Kami akan terus menindaklanjuti informasi hasil screening, agar kondisi kesehatan generasi PAsti Mantab bisa terus dipantau dan siap berkarya,” ungkapnya.

Kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Nangkaan ini menjadi langkah nyata dalam upaya preventif sekaligus penanganan komprehensif bagi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pelantikan Pengurus OSIS SMKN 2 Bondowoso Periode 2025–2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Inspirasi

Bondowoso, 15 September 2025, Suasana halaman SMKN 2 Bondowoso pagi ini terasa berbeda. Seluruh warga sekolah berkumpul dalam apel khusus untuk menyaksikan momen istimewa, pelantikan pengurus OSIS periode 2025–2026.

Acara dimulai dengan khidmat, dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Nely Cahya Dewi, yang menyampaikan pesan penting tentang arti kepemimpinan dan tanggung jawab seorang pelajar. Prosesi serah terima kepengurusan berlangsung penuh makna, ditandai dengan penandatanganan dokumen yang disaksikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., serta didampingi Pembina OSIS, Ibu Chriswati Dwi Rahayu.

Titik puncak acara yang paling ditunggu adalah saat bendera OSIS, bendera Tut Wuri Handayani, dan bendera Merah Putih diserahkan dengan penuh kehormatan kepada pengurus baru. Riuh tepuk tangan dari ratusan siswa dan guru mengiringi prosesi tersebut, menciptakan suasana haru sekaligus bangga. Pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan simbol lahirnya semangat baru yang siap menyalakan energi positif di lingkungan sekolah.

Dalam kepengurusan baru ini, Siti Anisa Robbani resmi mengemban amanah sebagai Ketua OSIS, didampingi oleh Medina Putri K sebagai Wakil Ketua OSIS. Kehadiran keduanya menjadi representasi generasi muda yang siap memimpin dengan hati, bekerja dengan semangat, dan berjuang demi kemajuan sekolah tercinta.

Lebih dari itu, pelantikan OSIS kali ini menjadi panggung lahirnya pemimpin muda yang berani bermimpi dan berbuat nyata. Seperti dikatakan John C. Maxwell, “A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.” OSIS 2025–2026 diharapkan tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga menunjukkan teladan lewat sikap, kerja sama, dan dedikasi.

Sebagaimana pesan Bung Karno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” pelantikan ini menjadi pengingat bahwa masa depan ada di tangan generasi muda. Melalui OSIS, para siswa belajar memimpin, berorganisasi, dan mengabdi dengan hati. SMKN 2 Bondowoso percaya, kepengurusan baru akan menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan ide-ide kreatif, serta menebarkan semangat persaudaraan yang menjadikan sekolah ini semakin berprestasi dan membanggakan.