SMKN 2 Bondowoso Gelar Ujian ASAS: Siswa Tata Kecantikan Tampilkan Keanggunan Rias Pengantin Jogja Putri dan Bugis

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menggelar kegiatan Ujian ASAS praktik untuk kelas XI Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, mata pelajaran pilihan Rias Pengantin Nusantara diangkat sebagai fokus ujian, dengan tema rias pengantin Jogja Putri dan Bugis.

Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Tata Kecantikan ini menjadi ajang bagi peserta didik dalam menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengaplikasikan riasan tradisional Indonesia. Dua konsep rias yang dipilih, yaitu Jogja Putri dan Bugis, menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki ciri khas serta makna filosofis tersendiri.

Rias pengantin Jogja Putri merupakan riasan tradisional Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Ciri khas utamanya adalah paes hitam berbentuk daun sirih yang diaplikasikan pada dahi pengantin. Paes ini dipercaya melambangkan kecantikan, kedewasaan, dan kemuliaan seorang wanita Jawa.
Dalam ujian, peserta didik menampilkan riasan bernuansa lembut dan elegan, dipadukan dengan aksen emas dan perak yang menghasilkan tampilan mewah dan penuh keanggunan khas Yogyakarta.

Sementara itu, rias pengantin Bugis tampil dengan karakter yang berbeda namun tidak kalah memukau. Riasan ini dikenal melalui penggunaan dadasa, yaitu hiasan hitam di dahi berbentuk bunga teratai yang melambangkan kesucian dan keberkahan.
Peserta didik mempraktikkan riasan dengan dominasi warna cerah dan berani, ditambah aksen emas dan perak yang memberikan nuansa anggun, tegas, dan elegan khas budaya Bugis.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan ujian berbasis praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan kompetensi nyata serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.
“Melalui praktik rias pengantin Nusantara, siswa tidak hanya belajar teknik merias, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang mereka bawa dalam setiap karya,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri kecantikan. Selain memperkaya keterampilan teknis, ujian ini juga membentuk karakter profesional dan rasa bangga peserta didik terhadap warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ASAS ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka di dunia kecantikan, baik modern maupun tradisional.

Kolaborasi Fashion Stylish, Siswa SMKN 2 Bondowoso Tampilkan Aksi Catwalk Memukau

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali melaksanakan rangkaian Ujian ASAS Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana. Tahun ini, ujian digelar dengan konsep penilaian praktik yang kolaboratif dan kreatif, salah satunya melalui kerja sama antara mata pelajaran Pilihan Peragaan dan Muatan Lokal Fashion Stylish.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah itu melibatkan peserta didik kelas XI B1 dan X B2 dalam praktik catwalk menggunakan busana casual. Para siswa diuji tidak hanya pada aspek penampilan busana, tetapi juga kemampuan mengombinasikan gaya, memahami karakter outfit casual, hingga menampilkan kepercayaan diri saat melenggang di runway.

Guru mata pelajaran Peragaan dan Mulok Fashion Stylish menjelaskan bahwa ujian kolaboratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada peserta didik. “Kami ingin siswa merasakan suasana ujian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan profesionalisme sejak dini,” ujar salah satu guru pembimbing.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas sejak tahap persiapan. Mereka merancang konsep penampilan, memilih outfit, memadukan warna, menentukan aksesori, hingga mempraktikkan teknik berjalan di catwalk. Sorak tepuk tangan dari teman sekelas dan guru membuat suasana aula semakin meriah.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 2 Bondowoso, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan industri busana yang menekankan kreativitas, kerapian tampilan, dan kemampuan komunikasi visual.

Dengan terselenggaranya ujian berbasis praktik tersebut, sekolah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi mereka di dunia fashion. Ujian ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

Membanggakan! Anindya Dwi Risqika Dinobatkan Sebagai Jebing Duta Lingkungan Bondowoso 2025

BONDOWOSO – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh SMK Negeri 2 Bondowoso. Kali ini, sorotan tertuju pada Anindya Dwi Risqika, siswi berbakat dari jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, yang sukses menyabet gelar bergengsi Jebing Duta Lingkungan Bondowoso 2025 dalam ajang Grand Final Pemilihan Kacong Jebing Bondowoso 2025.

Gambar. Apresiasi dari Sekolah untuk Prestasi Anindya

Penobatan ini berlangsung meriah pada tanggal 30 November 2025 lalu, dalam sebuah acara puncak yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso. Ajang ini menjadi panggung bagi generasi muda Bondowoso untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan potensi lokal.

Gambar. Anindya Masuk 10 Besar di Grand Final Kacong Jebing Bondowoso 2025

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Keberhasilan Anindya disambut dengan rasa bangga luar biasa oleh keluarga besar SMKN 2 Bondowoso. Kepala SMKN 2 Bondowoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian siswinya tersebut.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih ananda Anindya. Gelar ini bukan sekadar mahkota, melainkan modal berharga untuk berperan nyata di masyarakat, serta menjadi bekal besar untuk masa depan ananda,” tutur Kepala Sekolah.

Anindya dikenal di lingkungan sekolah sebagai sosok siswi yang cerdas (smart) dan berkepribadian sangat baik. Ia tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan soft skills, tetapi juga dikenal peduli serta kooperatif dalam mengikuti setiap pembelajaran. Bakatnya dalam menari dan merias wajah menjadi nilai tambah yang mengantarkannya meraih gelar bergengsi ini.

Bambar. Postingan IG Menunjukkan Bakat Menari “Talent Show” Pemilihan Kacong Jebing Bondowoso

Komitmen Menjaga “Bumi Ki Ronggo”

Selama mengikuti rangkaian kegiatan Kacong Jebing, Anindya mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat, terutama dalam memahami pentingnya menjaga alam dan melestarikannya.

“Banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapatkan, terutama tentang tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ungkap Anindya.

Ke depan, Anindya telah memiliki rencana konkret. Sebagai Duta Lingkungan yang baru, ia bertekad untuk berpartisipasi aktif dengan melakukan aksi-aksi nyata dalam menjaga Bumi Ki Ronggo (julukan khas Bondowoso) agar tetap asri dan lestari.

Prestasi Anindya Dwi Risqika ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi SMKN 2 Bondowoso, membuktikan bahwa pendidikan kejuruan tidak hanya mencetak tenaga siap kerja, tetapi juga agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

SMKN 2 Bondowoso Tunjukkan Prestasi, Raih Peringkat Membanggakan di 5 Besar Ijen Geopark Corner

BONDOWOSO – SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menunjukkan potensinya dalam kancah pelestarian budaya dan promosi pariwisata lokal. Sekolah kejuruan yang berbasis pariwisata dan seni ekonomi kreatif ini sukses besar dengan meraih posisi terhormat, masuk dalam jajaran lima besar terbaik pada ajang Lomba Ijen Geopark Corner tingkat Kabupaten Bondowoso.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah untuk terus all out mendukung kemajuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso dalam memajukan sektor pariwisata, khususnya branding Ijen Geopark.

Lomba yang dihelat oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso ini memiliki gawe besar. Agenda ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan kebudayaan dalam pengembangan Geopark Ijen, sekaligus menjadi bagian krusial dari upaya mempersiapkan revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGGp) Tahun 2026 mendatang.

Gambar. Visitasi Tim Ijen Geopark ke SMK Negeri 2 Bondowoso

Mengusung tema inspiratif, “Geoparkku, Kebanggaanku, Tanggung Jawabku”, penilaian lomba ini berlangsung cukup panjang, dimulai sejak 10 November dan berakhir pada 7 Desember 2025.

Gambar. Duta Ijen Geopark Mempresentasikan Isi Geopark Corner

Peran Sentral SMKN 2 dalam Ajang Geopark Corner

SMKN 2 Bondowoso tidak main-main dalam mempersiapkan diri. Mereka menyulap salah satu koridor sekolah menjadi sebuah “Pojok Geopark” atau Geopark Corner yang kaya akan informasi dan edukasi. Pojok ini didesain apik, berisi ragam karya edukasi tentang geopark, mulai dari peta, poster, foto, miniatur, kerajinan tangan khas lokal, hingga produk-produk unggulan Ijen Geopark, lengkap dengan stand literasi yang interaktif.

Gambar. Tari Singo Ulung, Tari Molong Kopi (Culture site), Biosite dan Geosite menjadi Isi Geopark Corner

Delegasi sekolah diwakili oleh dua Duta Ijen Geopark pilihan, yakni Candra Erza dan Siti Annisa Robbania, keduanya merupakan siswa-siswi berprestasi dari kelas XI Perhotelan yang siap mempromosikan kekayaan alam Bumi Ki Ronggo.

Gambar. Candra Erza (kiri) dan Siti Annisa Robbania (kanan) sebagai Duta Ijen Geopark SMKN 2 Bondowoso

Apresiasi Kepala Sekolah

Menanggapi hasil membanggakan ini, Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya.

“Alhamdulillah, hasil ini luar biasa. Saya sampaikan terima kasih banyak atas kerja sama, totalitas, dan loyalitas seluruh Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan, serta para siswa SMKN 2 Bondowoso,” ujarnya. “Prestasi ini milik bersama, yang mengantarkan Ijen Geopark Corner kita menjadi 5 terbaik di Kabupaten Bondowoso. Ini bukti nyata bahwa sekolah kejuruan siap berkontribusi nyata bagi daerah kita tercinta.”

Keberhasilan ini semakin memacu semangat keluarga besar SMKN 2 Bondowoso untuk terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga serta mempromosikan warisan alam dan budaya Ijen Geopark.