Isra’ Mi’raj sebagai Cermin Diri dan Momentum Reflektif Menyambut Ramadan di SMK Negeri 2 Bondowoso

Bondowoso, 15 Januari 2026. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMK Negeri 2 Bondowoso tahun ini tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan sebagai ruang refleksi mendalam atas seluruh ikhtiar dan perilaku yang telah dijalani oleh warga sekolah. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kegiatan ini menjadi ajakan kolektif untuk melakukan kontemplasi diri, serta menimbang kembali kualitas ibadah, kekhusyukan sholat, serta kepedulian terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam penguatannya menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak berhenti pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi harus berujung pada pembentukan karakter. Penguatan nilai adab, akhlak, dan kesadaran spiritual terus ditanamkan agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang utuh dan bertanggung jawab.

Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya Ustadzah Nyai Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd.I, yang menyampaikan tausiyah dengan gaya ceria, komunikatif, dan penuh energi positif. Melalui pendekatan yang hangat dan interaktif, beliau mampu “membius” perhatian siswa untuk terlibat aktif dalam proses refleksi. Berbagai fokus penguatan karakter disampaikan dengan bahasa yang membumi, mengajak siswa jujur menilai diri, memperbaiki ibadah, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Suasana religius semakin terasa ketika gema sholawat dilantunkan secara serempak oleh seluruh hadirin. Lantunan sholawat tersebut menjadi simbol kebersamaan, ketundukan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus memperdalam penghayatan spiritual seluruh warga sekolah.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kompetensi, karakter, dan spiritualitas. Diharapkan, refleksi yang terbangun mampu menjadi bekal bagi peserta didik dalam menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, kesadaran yang lebih utuh, serta tekad untuk terus memperbaiki diri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu, kelapangan hati, dan kekuatan iman agar setiap langkah ke depan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT.

Konsisten Sholat Dhuha Berjamaah, Sebagai Fondasi Karakter Generasi PASTI MANTAB

SMK Negeri 2 Bondowoso pada semester genap tahun pelajaran ini mulai mengimplementasikan Gerakan Pembiasaan 7 KAIH, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Gerakan ini dirancang sebagai upaya strategis dan berkelanjutan dalam membangun karakter peserta didik secara utuh melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah.

Sebagai langkah awal, sekolah memfokuskan pembiasaan pada elemen religius melalui pelaksanaan Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah. Kegiatan ini dikoordinir oleh Tim Pengendali Karakter dan dimotori langsung oleh Kepala Sekolah bersama empat Wakil Kepala Sekolah. Pembiasaan religius ini menjadi perhatian utama dalam mengawali penguatan karakter lainnya, karena penguatan rohani diyakini mampu menjadi fondasi dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai moral peserta didik.

Komitmen penguatan karakter juga tercermin melalui pesan-pesan bijak dan arahan inspiratif yang secara rutin disampaikan oleh Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan briefing pagi bersama seluruh guru. Briefing yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 06.45 WIB ini menjadi sarana penyamaan persepsi, penguatan budaya positif, serta pengendalian karakter dalam rangka menyiapkan generasi “PASTI MANTAB” sebagai tagline SMK Negeri 2 Bondowoso.

Pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH ini disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Terbangunnya semangat kebersamaan dan komitmen kolektif menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya pembentukan karakter siswa yang unggul, berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang memperkuat iklim pendidikan di lingkungan sekolah.

Dukungan yang kuat juga datang dari wali murid, yang menyambut baik serta mendukung penuh pelaksanaan pembiasaan 7 KAIH. Sinergi antara sekolah dan orang tua ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembiasaan, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan siswa secara holistik.

SMKN 2 Bondowoso Gelar Ujian ASAS: Siswa Tata Kecantikan Tampilkan Keanggunan Rias Pengantin Jogja Putri dan Bugis

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menggelar kegiatan Ujian ASAS praktik untuk kelas XI Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, mata pelajaran pilihan Rias Pengantin Nusantara diangkat sebagai fokus ujian, dengan tema rias pengantin Jogja Putri dan Bugis.

Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Tata Kecantikan ini menjadi ajang bagi peserta didik dalam menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengaplikasikan riasan tradisional Indonesia. Dua konsep rias yang dipilih, yaitu Jogja Putri dan Bugis, menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki ciri khas serta makna filosofis tersendiri.

Rias pengantin Jogja Putri merupakan riasan tradisional Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Ciri khas utamanya adalah paes hitam berbentuk daun sirih yang diaplikasikan pada dahi pengantin. Paes ini dipercaya melambangkan kecantikan, kedewasaan, dan kemuliaan seorang wanita Jawa.
Dalam ujian, peserta didik menampilkan riasan bernuansa lembut dan elegan, dipadukan dengan aksen emas dan perak yang menghasilkan tampilan mewah dan penuh keanggunan khas Yogyakarta.

Sementara itu, rias pengantin Bugis tampil dengan karakter yang berbeda namun tidak kalah memukau. Riasan ini dikenal melalui penggunaan dadasa, yaitu hiasan hitam di dahi berbentuk bunga teratai yang melambangkan kesucian dan keberkahan.
Peserta didik mempraktikkan riasan dengan dominasi warna cerah dan berani, ditambah aksen emas dan perak yang memberikan nuansa anggun, tegas, dan elegan khas budaya Bugis.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan ujian berbasis praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan kompetensi nyata serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.
“Melalui praktik rias pengantin Nusantara, siswa tidak hanya belajar teknik merias, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang mereka bawa dalam setiap karya,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri kecantikan. Selain memperkaya keterampilan teknis, ujian ini juga membentuk karakter profesional dan rasa bangga peserta didik terhadap warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ASAS ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka di dunia kecantikan, baik modern maupun tradisional.

Kolaborasi Fashion Stylish, Siswa SMKN 2 Bondowoso Tampilkan Aksi Catwalk Memukau

Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali melaksanakan rangkaian Ujian ASAS Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana. Tahun ini, ujian digelar dengan konsep penilaian praktik yang kolaboratif dan kreatif, salah satunya melalui kerja sama antara mata pelajaran Pilihan Peragaan dan Muatan Lokal Fashion Stylish.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah itu melibatkan peserta didik kelas XI B1 dan X B2 dalam praktik catwalk menggunakan busana casual. Para siswa diuji tidak hanya pada aspek penampilan busana, tetapi juga kemampuan mengombinasikan gaya, memahami karakter outfit casual, hingga menampilkan kepercayaan diri saat melenggang di runway.

Guru mata pelajaran Peragaan dan Mulok Fashion Stylish menjelaskan bahwa ujian kolaboratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada peserta didik. “Kami ingin siswa merasakan suasana ujian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan profesionalisme sejak dini,” ujar salah satu guru pembimbing.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas sejak tahap persiapan. Mereka merancang konsep penampilan, memilih outfit, memadukan warna, menentukan aksesori, hingga mempraktikkan teknik berjalan di catwalk. Sorak tepuk tangan dari teman sekelas dan guru membuat suasana aula semakin meriah.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 2 Bondowoso, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan industri busana yang menekankan kreativitas, kerapian tampilan, dan kemampuan komunikasi visual.

Dengan terselenggaranya ujian berbasis praktik tersebut, sekolah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi mereka di dunia fashion. Ujian ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

“Ketika Adab Menjadi Hadiah Terindah Perayaan Hari Guru di SMK Negeri 2 Bondowoso”

“Guru Hebat, Negara Kuat”

SMK Negeri 2 Bondowoso hari ini menggelar peringatan Hari Guru Nasional dengan penuh kekhidmatan, apresiasi, dan ekspresi kreatif dari para siswa. Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat kebersamaan ketika seluruh guru dan peserta didik berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para pendidik yang selama ini membimbing dengan dedikasi tanpa batas.

Acara dibuka dengan penyampaian pesan oleh Ibu Mismiati, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa penghargaan tertinggi kepada guru bukanlah sekadar hadiah, bunga, atau ucapan seremonial, melainkan wujud adab dan akhlak mulia. Sikap tawadhu, patuh, dan kesediaan mengikuti nasihat guru menjadi bentuk penghormatan yang sejati. Guru adalah sosok yang layak dimuliakan melalui perilaku, bukan hanya kata-kata.

Momentum peringatan Hari Guru tahun ini juga menjadi kesempatan bagi SMK Negeri 2 Bondowoso untuk memperkuat karakter siswa. Selaras dengan tema nasional “Guru Hebat, Negara Kuat”, sekolah berharap seluruh peserta didik menempatkan guru pada posisi terhormat sebagai pendidik yang mengajar dengan ketulusan, merawat dengan penuh kesabaran, bahkan layaknya merawat anak mereka sendiri.

Suasana semakin meriah ketika OSIS dan beberapa siswa menampilkan flashmob kreatif yang penuh energi. Gerakan yang kompak dan ekspresi yang kuat membuat seluruh penonton terpukau. Penampilan puisi yang dibawakan dengan penuh penghayatan juga menambah kesan mendalam; setiap bait menjadi ungkapan rasa terima kasih dari siswa kepada para guru yang telah berjasa membentuk karakter mereka.

Antusiasme dan tepuk tangan meriah dari seluruh guru dan siswa menjadi penutup acara yang hangat dan penuh makna. Peringatan Hari Guru Nasional di SMK Negeri 2 Bondowoso tahun ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga refleksi tentang pentingnya peran guru sebagai pondasi peradaban bangsa.

Semoga Guru Indonesia terus mampu membentuk generasi hebat agar NKRI terus kuat.

Peringatan Hari Guru di SMK Negeri 2 Bondowoso: Dari Aksi Baca Puisi Hingga Bazar Kokurikuler Semester Ganjil

Bondowoso, 25 November 2024 — SMK Negeri 2 Bondowoso memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dengan penuh semangat dan antusiasme melalui rangkaian kegiatan bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Tema ini menegaskan peran strategis guru sebagai agen transformasi dalam membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pendidik yang telah mengabdikan diri dalam mencetak generasi kompeten dan berkarakter.

Peringatan HGN di SMK Negeri 2 Bondowoso diawali dengan upacara bendera di halaman sekolah yang diikuti seluruh guru, karyawan, dan siswa. Dalam amanatnya, Waka kurikulum SMK Negeri 2 Bondowoso, Mismiati, S.Pd menyampaikan bahwa guru merupakan agen perubahan yang tak pernah berhenti berinovasi. “Bapak Ibu guru telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan pembelajaran kreatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Semangat inovasi inilah yang harus terus kita jaga. Guru selain mengajar juga mendidik untuk membentuk karakter yang baik. Karakter yang baik akan memudahkan diterima di dunia kerja/industri” tuturnya.

Aksi Baca Puisi Siswa untuk Guru

Usai upacara, dilanjutkan pembacaan puisi. Beberapa siswa mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada guru – guru dengan membacakan puisi yang berjudul “Terimakasih untuk Guruku”. Puisi dibacakan oleh Dela dan Bayu kelas XI Perhotelan.

Bazar Hasil Belajar Siswa: Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Produk dan Jasa

Kegiatan dilanjutkan dengan Bazar Hasil kegiatan kokurikuler semester ganjil, yang menampilkan berbagai produk dan layanan sesuai konsentrasi keahlian masing-masing program. Bazar ini menjadi ajang unjuk kerja sekaligus hasil konkret penerapan pembelajaran berbasis proyek di SMK Negeri 2 Bondowoso.

Di antara produk dan layanan yang ditampilkan adalah:

Perhotelan: Towel art, produk pewangi dan pelicin pakaian, hand sanitizer dan hand wash

Kuliner: Pastri, olahan makanan dari bahan lokal

Tata Kecantikan Kulit dan Rambut: Hiasan kepala, nail art, lulur kopi dan minuman herbal (jamu)

Desain dan Produksi Busana: outer songket, blazer, busana kerja, produk kreatif seperti tas, clemek,dan lena rumah tangga.

Siswa tampak antusias melayani pengunjung bazar yang terdiri dari guru dan siswa. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan hasil keterampilan, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaan, komunikasi, dan profesionalitas peserta didik.

Apresiasi dan Harapan

Melalui rangkaian kegiatan hari ini, Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd,M.Pd menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi di lingkungan sekolah. “Perayaan Hari Guru sekaligus penyelenggaraan bazar pembelajaran menjadi pengingat bahwa kerja sama antara guru dan siswa adalah kunci terciptanya pendidikan vokasi yang unggul”, tuturnya.

Dengan semangat “Inovasi Tiada Henti”, SMK Negeri 2 Bondowoso berharap seluruh warga sekolah dapat terus berkarya, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masa depan pendidikan.

Sesi Guru Tamu Berkelas Industri: Ronie Parero Suntikkan Kreativitas Baru ke Dunia Fashion Siswa SMKN 2 Bondowoso

Bondowoso, 20 November 2025 — SMKN 2 Bondowoso kembali menghadirkan pengalaman belajar inspiratif dengan mendatangkan Ronie Parero, desainer muda lulusan ESMOD Jakarta yang dikenal melalui karya custom-made dan kiprahnya di dunia mode nasional. Pada tahun 2024, Ronie resmi menjadi anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC), organisasi yang menaungi desainer, brand fashion, serta pelaku industri kreatif yang berkomitmen membawa mode Indonesia ke ranah global.

Kehadiran Ronie sebagai guru tamu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Desain dan Produksi Busana. Dalam sesi berbagi, Ronie membuka materi dengan memperkenalkan perjalanan kreatifnya serta filosofi dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa fashion bukan sekadar kemampuan menggambar, melainkan kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan nilai di tengah pesatnya perkembangan industri. Ronie juga menyoroti pentingnya inovasi dalam melestarikan batik, sehingga warisan budaya tersebut tetap relevan dan memiliki daya jual tinggi. Dalam materi inti, Ronie mengajak peserta didik memahami konsep desain vest batik kekinian—salah satu karya khasnya. Vest dipilih karena memiliki bentuk sederhana, fleksibel, hemat bahan, dan dapat dikenakan oleh berbagai kalangan usia. Ia memaparkan prinsip pemilihan batik, mulai dari motif kecil hingga sedang, batasan maksimal tiga warna, perpaduan dengan bahan polos, hingga teknik memperhatikan arah motif agar tampilan lebih modern dan proporsional.

Sesi semakin menarik saat Ronie melakukan demonstrasi pembuatan vest, mulai dari pembuatan pola sederhana, teknik pemotongan hemat bahan, hingga penambahan aksen kecil. Bagian yang paling memikat perhatian peserta didik adalah demonstrasi pembuatan korsase dari limbah kain—sebuah langkah kreatif yang tidak hanya menambah nilai eksklusif pada produk, tetapi juga mengajarkan pentingnya upcycle dalam industri fashion masa depan.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Banyak yang aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Ronie tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk berani mengeksplorasi ide, mengembangkan identitas desain, dan melihat batik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, menghadirkan praktisi industri secara langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Senada dengan itu, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 2 Bondowoso juga memberikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ronie menjadi guru tamu. Ia menilai materi yang dibawakan Ronie sangat relevan dengan kebutuhan industri fashion masa kini, terutama gagasan inovatif dalam memodernisasi batik agar tetap bernilai jual tinggi. Konsep desain vest batik kekinian, teknik pemilihan motif, hingga kreativitas memanfaatkan limbah kain menjadi korsase dianggap sebagai wawasan praktis yang sulit diperoleh hanya melalui teori di kelas. Ketua Jurusan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena terbukti mampu memperkuat kompetensi siswa sekaligus menginspirasi mereka untuk berani berkreasi, membangun karakter desain, dan tetap menjaga budaya lokal melalui inovasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Ronie menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa fashion nasional ke level lebih tinggi.

Dengan menghadirkan Ronie Parero sebagai guru tamu, SMKN 2 Bondowoso berhasil memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan teori dengan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi pada peserta didik agar kelak mereka dapat menjadi desainer muda yang kreatif, adaptif, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.

Jadi Tuan Rumah Strategis, SMK Negeri 2 Bondowoso Fasilitasi Ajang Bergengsi Olimpiade dan KTI Projek IPAS

BONDOWOSO – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SMK Kab. Bondowoso sukses menggelar ajang bergengsi Olimpiade Sains dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat kabupaten. Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di SMK Negeri 2 Bondowoso ini berlangsung meriah dan lancar, membuktikan lokasi sekolah tersebut sebagai titik sentral strategis untuk kegiatan akademik.
Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini diikuti oleh 105 siswa-siswi terbaik dari berbagai SMK Negeri dan Swasta di Bondowoso. Pemilihan SMK Negeri 2 Bondowoso sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan.


“Lokasi SMK Negeri 2 Bondowoso yang mudah diakses serta fasilitas aula dan ruang presentasi yang memadai menjadi pertimbangan utama kami,” ujar Ketua MGMP Projek IPAS Kabupaten Bondowoso, Taufan Hadi Susanto, M.Pd., dalam sambutannya, Rabu (19/11). “Kondisi ini sangat menunjang kelancaran dan kekhidmatan lomba, memungkinkan para peserta untuk fokus mengeluarkan ide-ide terbaik mereka.”
Olimpiade Sains menguji pemahaman konsep IPAS secara mendalam, sementara LKTI menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan gagasan inovatif dalam bentuk tulisan ilmiah. Para juri yang terdiri dari akademisi terlihat antusias menilai presentasi para finalis LKTI di aula utama sekolah. Dewan juri kegiatan bergengsi ini adalah: Bapak Joko Suwasono Adi, M.Si, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wil. Jember, Diah Ratna Widiastuti, M.Pd Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wil. Bondowoso dan Ahmad Sugiono, S.S Guru SMA Tamanan dan Super Trainer Wayground 2025.

Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. “Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah. Kami selalu siap mendukung penuh kegiatan MGMP yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di Bondowoso, khususnya dalam bidang IPAS,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa acara ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi muda yang kritis dan inovatif.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piala dan sertifikat kepada para juara oleh Bapak Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wil. Bondowoso, Sutenang Efendy, M.Pd. Para pemenang diharapkan dapat menjadi duta Bondowoso di ajang lomba tingkat provinsi mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan program sekolah, kunjungi website resmi SMK Negeri 2 Bondowoso.

SMK Negeri 2 Bondowoso Hadirkan Desainer Nasional Roni Parero sebagai Guru Tamu, Siswa Antusias Belajar Teknik Menjahit “Vest”

Bondowoso, Rabu, 19 November 2025. SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi peserta didik melalui kegiatan SMK PK PM dengan menghadirkan guru tamu seorang desainer muda ternama tingkat nasional, Roni Parero. Desainer asal Jember yang namanya kian dikenal di dunia fashion tanah air ini memberikan pendampingan langsung kepada para siswa dalam pembuatan outer dengan menerapkan teknik menjahit “Vest”, yakni metode menjahit cepat namun tetap presisi.

Dalam sesi pelatihan, Roni Parero membagikan teknik efisien untuk menyelesaikan bagian-bagian penting outer seperti lengan, bahu, dan keliman. Ia menekankan beberapa langkah kunci, di antaranya memastikan pola lengan pas dengan badan, mengobras jahitan bahu ke belakang agar rapi dan kuat, serta menandai atau menyatukan titik puncak lengan dengan jahitan bahu untuk meminimalisir kesalahan pemasangan yang mengacu pada praktik profesional di industri fashion.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Selain belajar langsung dari ahlinya, para siswa mendapat pengalaman berharga karena hasil karya outer yang mereka buat, baik yang bersifat costum maupun ready stock, langsung mendapat pesanan dari pelanggan. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa siswa SMK Negeri 2 Bondowoso mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bernilai jual.

Dukungan penuh terhadap kegiatan ini diberikan oleh Ibu Mismiati yang mendampingi jalannya pelatihan bersama Ketua Program Keahlian, Ibu Sadiyani Herawati. Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa menghadirkan praktisi profesional seperti Roni Parero merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan industri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Negeri 2 Bondowoso berharap dapat terus memperkuat kompetensi siswa dan memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, khususnya di bidang tata busana dan fashion design. Hasil outer cantik yang dihasilkan siswa menjadi bukti nyata kualitas dan kreativitas lulusan SMK yang siap bersaing di industri kreatif nasional.

SMKN 2 Bondowoso Siap Menjadi Rujukan Sekolah Aman Pangan

Bondowoso, Smakendanews. SMKN 2 Bondowoso mendapatkan Paket Edukasi Keamanan Pangan dari BPOM Jember. Paket ini berisi media sosialisasi berbentuk poster, kaos dan permainan edukasi ular tangga keamanan pangan.

BPOM Jember menuju SMKN 2 Bondowoso pada Kamis, 13 November 2025 dengan tujuan monitrong dan evaluasi terhadap rencana aksi yang telah dilakukan oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah. Adapun kegiatan monev meliputi : 1) Pemantauan kantin sekolah dan kesesuaiannya dengan self assessment yang telah diisi oleh kader, 2) Melihat kelengkapan dan kesesuaian dokumen keamanan pangan sekolah yang telah disusun, 3) Pemantauan progress pelaksanaan rencana aksi kader beserta dokumentasi kegiatan, 4) Laboratorium keliling (pengujian produk pangan jajanan anak sekolah menggunakan uji cepat), 5) Penyerahan paket edukasi kemanan pangan.

Proses pemantauan dilakukan pada seluruh Penyedia Jajanan Anak Sekolah (PJAS) meliputi: kantin, Bisnis Center dan outlet Jasmine. Petugas memantau proses menyediakan jajanan, keamanan makanan dari cemaran fisika dan biologi. Satu per satu jenis makanan di beli dan dijadikan sampel uji cepat. Uji dilakukan selama 40 menit dengan hasil negatif dari bahan berbahaya.

Hasil uji ini melegakan seluruh warga sekolah atas jajanan yang dikonsumsi setiap harinya. Jajanan dinyatakan bebas formalin, borak, rhodamin b dan metanyl yellow. Salah satu kader keamanan pangan, Iin Ernawati menyampaikan kepada petugas: “Memang sekolah sudah lebih dari 5 tahun terakhir sudah memperhatikan jajanan siswa. Jajanan yang kiranya berbahaya tidak boleh di jual di sekolah. Penjual jajanan di luar gerbang sekolah juga kami hindari”. Ujarnya.

Dari hasil pemantauan dan pengujian Kepala SMKN 2 Bondowos, Sofyan Sauri, S.Pd.,M.Pd menyampaikan pesan optimisnya, “Kami siap menjadi sekolah rujukan dan menciptakan Kader Keamanan Pangan yang mantab! Karena keamanan pangan itu tugas bersama. Biar murid-murid tahu, jajanan yang enak itu harus aman dulu. Jajanan sekolah aman, generasi emas…jadi sehat”. Ujarnya.

Selain menjalankan program dari bimtek, sekolah juga membuat inovasi yaitu pembentukan Si-PEKA Smakanda. Si-PEKA adalah akronim dari Siswa Penggerak Keamanan Pangan SMKN 2 Bondowoso. Si-PEKA adalah sekelompok siswa yang bergerak karena peduli akan keamanan pangan di sekolah. Si-PEKA merupakan inisiatif dari Iin Ernawati, M.Pd, salah satu Kader Keamanan Pangan Sekolah. Si-PEKA telah dilatih tentang keamanan pangan. Program yang sudah dijalankan Si-PEKA terkait keamanan pangan adalah: 1) Sosialisasi sesama teman, 2) Suarakan lewat media sosial, 3) Pemantauan jajanan sekolah dan 4) Menjadi contoh pelajar lain untuk memilih jajanan yang aman.

Kepala SMKN 2 Bondowoso sangat mengapresiasi atas kinerja Si-PEKA Smakenda yang membantu mewujudkan keamanan pangan di sekolah. “Kami menyambut dengan antusias dan memberikan dukungan penuh atas inisiatif hebat terbentuknya Si-PEKA Smakenda (Siswa Penggerak Keamanan Pangan SMKN 2 Bondowoso) Teruslah Bergerak dan Berikan Inspirasi! Masa depan pangan sekolah yang aman ada di tangan kalian!”. Ujarnya dengan bangga.