Bondowoso, 22 Februari 2026 – Komitmen terhadap pengembangan talenta muda di bidang fashion kembali ditunjukkan oleh desainer Ronie Parero melalui gelaran Fashion Show Modest Wastra Siswa PKL SMKN 2 Bondowoso yang berlangsung di Lippo Plaza Jember, Sabtu (21/2/2026).
Fashion show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Shashing and Crowning 8th Mister Muslim dan Miss Muslimah Jawa Timur 2026 dan sukses menarik perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan. Sebanyak enam look modest wastra karya siswa PKL yang menjalani praktik kerja lapangan di Ronie Parero ditampilkan di atas panggung profesional.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Ronie Parero Brand. Melalui program pendampingan tersebut, para siswa tidak hanya dibimbing dalam proses desain, tetapi juga difasilitasi hingga tahap produksi dan presentasi karya dalam pagelaran fashion show.
Sebanyak lima desainer dan satu agency turut ambil bagian dalam fashion show ini. Kehadiran mereka semakin memperkuat atmosfer kolaboratif antara pelaku industri dan generasi muda kreatif. Acara ini juga disaksikan langsung oleh seluruh pengunjung Lippo Plaza Jember yang antusias menyaksikan setiap penampilan di atas runway.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Ronie Parero bersama penanggung jawab acara Ibnu Irham Syah menyampaikan bahwa program ini bertujuan mencetak calon desainer muda yang siap bersaing di industri fashion, khususnya di segmen modest fashion yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, siswa SMKN 2 Bondowoso mendapatkan pengalaman berharga tampil di panggung bergengsi tingkat Jawa Timur. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif ini diharapkan mampu melahirkan desainer muda berbakat dengan karya autentik dan berdaya saing.
Bondowoso — Kamis, 22 Januari 2026, SAGASUS (Satuan Sangga Khusus) Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso turut ambil bagian dalam Gerakan Penanaman 2.000 Pohon yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, kawasan lereng Gunung Argopuro, ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Dr. Fathur Razi,M.Fil.I. Kegiatan penanaman pohon tersebut mengusung tagline “Mulai Tanam Pohon untuk Investasi Kehidupan”.
Anggota SAGASUS Ambalan Brawijaya mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian, didampingi oleh Kepala Mabigus SMK Negeri 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. Keikutsertaan ini merupakan bentuk bakti dan karya nyata Pramuka, khususnya Satuan Sangga Khusus, dalam mendukung program lingkungan hidup dan kepedulian terhadap wilayah rawan bencana.
Melalui kegiatan ini, SAGASUS Ambalan Brawijaya SMK Negeri 2 Bondowoso menegaskan peran aktif Pramuka sebagai generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh, serta siap berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik.
Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali menggelar kegiatan Ujian ASAS praktik untuk kelas XI Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, mata pelajaran pilihan Rias Pengantin Nusantara diangkat sebagai fokus ujian, dengan tema rias pengantin Jogja Putri dan Bugis.
Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Tata Kecantikan ini menjadi ajang bagi peserta didik dalam menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengaplikasikan riasan tradisional Indonesia. Dua konsep rias yang dipilih, yaitu Jogja Putri dan Bugis, menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki ciri khas serta makna filosofis tersendiri.
Rias pengantin Jogja Putri merupakan riasan tradisional Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Ciri khas utamanya adalah paes hitam berbentuk daun sirih yang diaplikasikan pada dahi pengantin. Paes ini dipercaya melambangkan kecantikan, kedewasaan, dan kemuliaan seorang wanita Jawa. Dalam ujian, peserta didik menampilkan riasan bernuansa lembut dan elegan, dipadukan dengan aksen emas dan perak yang menghasilkan tampilan mewah dan penuh keanggunan khas Yogyakarta.
Sementara itu, rias pengantin Bugis tampil dengan karakter yang berbeda namun tidak kalah memukau. Riasan ini dikenal melalui penggunaan dadasa, yaitu hiasan hitam di dahi berbentuk bunga teratai yang melambangkan kesucian dan keberkahan. Peserta didik mempraktikkan riasan dengan dominasi warna cerah dan berani, ditambah aksen emas dan perak yang memberikan nuansa anggun, tegas, dan elegan khas budaya Bugis.
Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan ujian berbasis praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan kompetensi nyata serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa. “Melalui praktik rias pengantin Nusantara, siswa tidak hanya belajar teknik merias, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang mereka bawa dalam setiap karya,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri kecantikan. Selain memperkaya keterampilan teknis, ujian ini juga membentuk karakter profesional dan rasa bangga peserta didik terhadap warisan budaya Indonesia.
Kegiatan ASAS ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka di dunia kecantikan, baik modern maupun tradisional.
Bondowoso — SMK Negeri 2 Bondowoso kembali melaksanakan rangkaian Ujian ASAS Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Produksi Busana. Tahun ini, ujian digelar dengan konsep penilaian praktik yang kolaboratif dan kreatif, salah satunya melalui kerja sama antara mata pelajaran Pilihan Peragaan dan Muatan Lokal Fashion Stylish.
Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah itu melibatkan peserta didik kelas XI B1 dan X B2 dalam praktik catwalk menggunakan busana casual. Para siswa diuji tidak hanya pada aspek penampilan busana, tetapi juga kemampuan mengombinasikan gaya, memahami karakter outfit casual, hingga menampilkan kepercayaan diri saat melenggang di runway.
Guru mata pelajaran Peragaan dan Mulok Fashion Stylish menjelaskan bahwa ujian kolaboratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada peserta didik. “Kami ingin siswa merasakan suasana ujian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan profesionalisme sejak dini,” ujar salah satu guru pembimbing.
Antusiasme peserta didik terlihat jelas sejak tahap persiapan. Mereka merancang konsep penampilan, memilih outfit, memadukan warna, menentukan aksesori, hingga mempraktikkan teknik berjalan di catwalk. Sorak tepuk tangan dari teman sekelas dan guru membuat suasana aula semakin meriah.
Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 2 Bondowoso, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan industri busana yang menekankan kreativitas, kerapian tampilan, dan kemampuan komunikasi visual.
Dengan terselenggaranya ujian berbasis praktik tersebut, sekolah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi mereka di dunia fashion. Ujian ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN 2 Bondowoso dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.
Bondowoso, 20 November 2025 — SMKN 2 Bondowoso kembali menghadirkan pengalaman belajar inspiratif dengan mendatangkan Ronie Parero, desainer muda lulusan ESMOD Jakarta yang dikenal melalui karya custom-made dan kiprahnya di dunia mode nasional. Pada tahun 2024, Ronie resmi menjadi anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC), organisasi yang menaungi desainer, brand fashion, serta pelaku industri kreatif yang berkomitmen membawa mode Indonesia ke ranah global.
Kehadiran Ronie sebagai guru tamu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Desain dan Produksi Busana. Dalam sesi berbagi, Ronie membuka materi dengan memperkenalkan perjalanan kreatifnya serta filosofi dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa fashion bukan sekadar kemampuan menggambar, melainkan kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan nilai di tengah pesatnya perkembangan industri. Ronie juga menyoroti pentingnya inovasi dalam melestarikan batik, sehingga warisan budaya tersebut tetap relevan dan memiliki daya jual tinggi. Dalam materi inti, Ronie mengajak peserta didik memahami konsep desain vest batik kekinian—salah satu karya khasnya. Vest dipilih karena memiliki bentuk sederhana, fleksibel, hemat bahan, dan dapat dikenakan oleh berbagai kalangan usia. Ia memaparkan prinsip pemilihan batik, mulai dari motif kecil hingga sedang, batasan maksimal tiga warna, perpaduan dengan bahan polos, hingga teknik memperhatikan arah motif agar tampilan lebih modern dan proporsional.
Sesi semakin menarik saat Ronie melakukan demonstrasi pembuatan vest, mulai dari pembuatan pola sederhana, teknik pemotongan hemat bahan, hingga penambahan aksen kecil. Bagian yang paling memikat perhatian peserta didik adalah demonstrasi pembuatan korsase dari limbah kain—sebuah langkah kreatif yang tidak hanya menambah nilai eksklusif pada produk, tetapi juga mengajarkan pentingnya upcycle dalam industri fashion masa depan.
Antusiasme siswa terlihat jelas. Banyak yang aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Ronie tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk berani mengeksplorasi ide, mengembangkan identitas desain, dan melihat batik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, menghadirkan praktisi industri secara langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Senada dengan itu, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 2 Bondowoso juga memberikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ronie menjadi guru tamu. Ia menilai materi yang dibawakan Ronie sangat relevan dengan kebutuhan industri fashion masa kini, terutama gagasan inovatif dalam memodernisasi batik agar tetap bernilai jual tinggi. Konsep desain vest batik kekinian, teknik pemilihan motif, hingga kreativitas memanfaatkan limbah kain menjadi korsase dianggap sebagai wawasan praktis yang sulit diperoleh hanya melalui teori di kelas. Ketua Jurusan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena terbukti mampu memperkuat kompetensi siswa sekaligus menginspirasi mereka untuk berani berkreasi, membangun karakter desain, dan tetap menjaga budaya lokal melalui inovasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Ronie menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa fashion nasional ke level lebih tinggi.
Dengan menghadirkan Ronie Parero sebagai guru tamu, SMKN 2 Bondowoso berhasil memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan teori dengan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi pada peserta didik agar kelak mereka dapat menjadi desainer muda yang kreatif, adaptif, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.
Bondowoso, 25 September 2025 — SMKN 2 Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan siap kerja di era milenial. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk Konsentrasi Keahlian Perhotelan Skema Okupasi Room Attendant, yang berlangsung pada tanggal 22 s.d 25 September 2025 di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 SMKN 2 Bondowoso.
UKK kali ini menjadi istimewa karena menghadirkan penyelia dari dunia industri, yakni Bapak DJoni Bahtiar, S.M., selaku General Manager Hotel Royal Jember, serta didampingi oleh asesor profesional, Ibu Ema Erlinda, S.ST.Par. Keduanya memberikan penilaian dan pembekalan langsung kepada peserta, sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan industri perhotelan.
Menurut Kepala SMKN 2 Bondowoso, Bapak Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan agar siap terjun ke dunia kerja sesungguhnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran penyelia dan asesor dari industri. Ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah vokasi dan dunia usaha, demi meningkatkan kompetensi siswa dan menekan angka pengangguran,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan penguatan soft skill serta hard skill siswa. Dengan pembekalan langsung dari praktisi hotel berbintang, diharapkan lulusan SMKN 2 Bondowoso dapat langsung terserap oleh industri, khususnya di sektor perhotelan yang terus berkembang.
Melalui pelaksanaan UKK berbasis standar industri ini, SMKN 2 Bondowoso kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang adaptif dan responsif terhadap tuntutan zaman.
Bondowoso, 24 September 2025 – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi momen penting bagi siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya Jurusan Kuliner. Lebih dari sekadar ujian akhir, UKK merupakan ajang pembuktian atas keterampilan yang telah diasah selama tiga tahun masa pendidikan. Di SMK Negeri 2 Bondowoso, UKK Jurusan Kuliner dilaksanakan mulai Senin, 22 hingga Kamis, 25 September 2025, dengan skema sertifikasi Okupasi Commis Chef.
Pelaksanaan UKK tahun ini melibatkan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, untuk menjamin kredibilitas dan objektivitas penilaian. Pada hari pertama, asesmen dilakukan oleh para asesor dari SMK Negeri 3 Jember, yakni Ibu Inayah dan Ibu Eny, serta dari SMK Negeri 2 Bondowoso sendiri, yaitu Ibu Siti Qoyimah, Ibu Hermin Sri Handayani, dan Ibu Indah Budi Rahmawati.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran pihak industri pada hari kedua, yaitu dari Royal Hotel Jember. Pihak hotel mengirimkan Chef Budi beserta General Manager mereka, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan keahlian siswa SMK di bidang kuliner.
Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, mengapresiasi penuh pelaksanaan UKK ini. Menurutnya, UKK bukan hanya formalitas akademik, melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan siswa.
“Ini adalah jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. UKK memastikan siswa kami siap terjun sebagai tenaga kerja profesional yang terampil, andal, dan kompetitif,” ujar Sofyan.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diuji secara teknis, tetapi juga diasah kemampuan manajerial, kerja tim, dan mental profesionalismenya. Dengan standar industri yang diterapkan dalam penilaian, lulusan Jurusan Kuliner SMKN 2 Bondowoso diharapkan mampu menjawab tantangan nyata di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pelaksanaan UKK ini menjadi bukti bahwa SMK bukan sekadar tempat belajar teori, tetapi juga tempat mencetak calon tenaga kerja siap pakai yang mampu bersaing di era modern.
Bondowoso – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula SMKN 2 Bondowoso, Senin siang (8/9/2025), saat keluarga besar sekolah tersebut menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung penuh makna, dipenuhi lantunan sholawat, doa bersama, dan tausyiah yang menggetarkan hati.
Menghadirkan Lora Mohammad Ainul Baihaqi—putra sulung Dr. KH. Mas’ud Ali, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kotakulon Bondowoso—acara ini menjadi momen spiritual yang menggugah kesadaran keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga sekolah.
Kepala SMKN 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., membuka acara dengan sambutan hangat, mengapresiasi antusiasme peserta serta menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Lantunan sholawat yang dibawakan grup hadrah Ar-Rahman dari SMKN 2 Bondowoso pun membuat suasana semakin syahdu. Jamaah larut dalam kekhusyukan, menyatu dalam irama cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausyiahnya, Lora Baihaqi menyampaikan pesan mendalam tentang makna kelahiran Nabi sebagai cahaya bagi alam semesta. “Nur Muhammad adalah cahaya yang tidak pernah padam. Ia mengelilingi bumi, menerangi hati, dan menjadi teladan sepanjang zaman,” ungkapnya penuh haru.
Lora Baihaqi juga menegaskan kemuliaan menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW. “Syafaat Rasulullah adalah mahkota bagi umatnya, menjadi penolong di dunia dan akhirat. Tidak ada kebanggaan yang lebih besar selain tercatat sebagai pengikut Nabi yang mulia,” tegasnya dengan suara bergetar.
Lora Baihaqi menegaskan, peringatan Maulid tidak boleh berhenti pada seremonial semata, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan nyata. “Euforia tidak cukup. Kita harus menyalakan cahaya Nabi dalam diri, keluarga, dan masyarakat,” imbuhnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin penuh kekhusyukan, menandai akhir dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga mempererat semangat kebersamaan.
Peringatan Maulid di SMKN 2 Bondowoso ini menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, kecintaan terhadap Rasulullah SAW tetap hidup dan mengakar kuat, meneguhkan iman serta memperkuat persaudaraan antarumat.
Bondowoso – 3 September 2025 Suasana ruang praktik di SMK Negeri 2 Bondowoso pada Selasa (2/9) berubah layaknya sebuah salon kecantikan profesional. Para siswi kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit dan Rambut menampilkan keterampilan mereka dalam kegiatan praktik perawatan wajah bermasalah sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran dan persiapan menghadapi dunia kerja.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswi kelas XI dan menjadi ajang penerapan langsung teori-teori perawatan kulit yang telah dipelajari di kelas. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran sekaligus guru pembimbing, para siswi ditantang untuk memberikan layanan facial sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) industri kecantikan.
“Praktik seperti ini menjadi jembatan antara teori yang diajarkan di kelas dengan realitas dunia kerja. Siswa kami tidak hanya diuji dari sisi teknis, tetapi juga dari etika kerja, komunikasi dengan klien, hingga manajemen sanitasi alat,” ujar salah satu guru pembimbing.
Selama praktik, setiap siswa harus menjalankan seluruh tahapan perawatan wajah secara lengkap. mulai pembersihan , analisa kondisi kulit klien, peeling, pemijatan wajah ( face massage ), pengaplikasian masker wajah sesuai jenis kulit, hingga pemberian penyegar (face tonic),pelembab dan serum.
Kepala SMK Negeri 2 Bondowoso, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan praktik ini. Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis praktik merupakan langkah strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan nyata yang dibutuhkan di dunia industri.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, tidak hanya sebagai ajang unjuk keterampilan, tetapi juga sebagai bekal fundamental sebelum para siswa mengikuti program praktik kerja lapangan (PKL) di salon, klinik kecantikan, atau spa profesional,” ujarnya.
Melalui praktik rutin yang terstruktur dan mendekati kondisi nyata di industri, SMK Negeri 2 Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di dunia kecantikan yang dinamis dan kompetitif.
Bondowoso, 31 Juli 2025 — Kegiatan Pembukaan Pelantikan Tamu Tegak Anggota Gerakan Pramuka Pangkalan SMKN 2 Bondowoso Ambalan Brawijaya Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi dibuka pada Kamis pagi, 31 Juli 2025. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dari berbagai Kompetensi Keahlian, antara lain Kuliner, Desain Produksi Busana, Tata Kecantikan, serta Perhotelan.
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat di lapangan utama SMKN 2 Bondowoso. Dalam sambutannya, Sofyan Sauri, S.Pd., M.Pd. selaku Kamabigus SMKN 2 Bondowoso, secara resmi membuka kegiatan Pelantikan Tamu Tegak sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk aktif dan disiplin dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Pramuka adalah wadah pembentukan karakter yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam tim,” ungkap Kamabigus dalam pidatonya.
Sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa kelas X di SMKN 2 Bondowoso, pramuka menjadi bagian integral dari proses pembelajaran karakter dan kepemimpinan di sekolah ini.
Sementara itu, Dyah Rembulan Sari, selaku Pembina Pramuka, menyampaikan bahwa seluruh panitia telah menyiapkan kegiatan ini dengan sangat matang. “Dari persiapan logistik hingga susunan acara, panitia sudah siap. Kami optimis kegiatan ini akan berjalan lancar hingga hari terakhir,” ujar beliau.
Rangkaian kegiatan Pelantikan Tamu Tegak tahun ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Kamis, 31 Juli 2025 hingga Sabtu, 2 Agustus 2025. Beragam aktivitas kepramukaan dan Melatih Kedisiplinan dan ketrampilan siswa akan mengisi agenda kegiatan, termasuk pengenalan struktur Ambalan Brawijaya, pelatihan baris-berbaris, kegiatan api unggun, dan pelatihan dasar kepemimpinan.
Semangat dan antusiasme para peserta terlihat jelas sejak hari pertama. Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi langkah awal yang positif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan cinta terhadap tanah air.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dari awal hingga selesai.